
Yumna Zafira Ahmad; Menemukan Apresiasi Lewat Sayembara Juara 2 Lomba Poster Hari Anak Nasional Kota Malang
Yumna Zafira Ahmad, siswa kelas 9 MTs Surya Buana berhasil membawa pulang juara 2 dalam Sayembara Rancang Poster Digital. Sayembara tersebut diselenggarakan secara daring oleh Forum Anak Kota Malang dan LPKIPI Indonesia untuk memperingati Hari Anak Nasional. Poster infografik yang Yumna desain tentang dampak buruk pernikahan dini ini diapresiasi dengan medali perak untuk tingkat Kota Malang.
Dalam kesehariannya, Yumna memang gemar membuat desain poster dan presentasi melalui media digital. Hobinya tersebut biasanya juga dia salurkan melalui ekstrakurikuler PMR yang diikutinya. Beberapa desain buatannya bisa dilihat di beberapa unggahan pada akun instagram @pmrmatsasurba.
Walaupun kerap membuat gambar digital sebagai hobi, Yumna masih sering tidak percaya diri dengan karya-karyanya. Dia mengaku desain-desain buatannya lebih sering berjajar memenuhi ruang penyimpanan pribadinya daripada dibagikan melalui media sosial. “Khawatir orang lain suka apa tidak. Kalau kelihatan sudah penuh (di memori penyimpanan), ya, dihapus satu-satu,” katanya sambil tertawa kepada tim Surplus.
Hingga pada suatu ketika, melalui wali kelasnya, Yumna mendapatkan informasi tentang lomba poster digital yang diadakan kolaborasi antara Forum Anak Kota Malang dengan LPKIPI Kota Malang. Dengan dorongan dari dalam dirinya dan dukungan dari wali kelas, dia pun kemudian memutuskan untuk mendaftar setelah mendapatkan restu dari kedua orang tuanya.
Yumna menyelesaikan poster infografiknya di rumah menggunakan piranti Canva di sela-sela tugas sekolahnya. Dalam karyanya tersebut, dia menyampaikan gagasan penolakan terhadap pernikahan dini yang masih banyak dialami oleh anak-anak. Proses pengerjaan poster tersebut sendiri memakan waktu dua hari.
Yumna pun merasa senang setelah diumumkan bahwa dia memperoleh peringkat 2 tingkat Kota Malang. Ada ada rasa puas sebab hasil karyanya mendapatkan apresiasi dengan baik. Di akhir wawancara, Yumna mengatakan bahwa dirinya memiliki keinginan untuk menjadi seorang arsitek di masa depan. “Ada impian tersendiri bisa bebas mau buat atau desain bangunan seperti apa,” tuturnya. (A. Wiqoyil Islama)