Tuntutan yang Berlebihan Terhadap Anak
Banyak sekali orang tua yang menginginkan anak-anaknya untuk sukses dan berhasil. Untuk mewujudkan hal tersebut, biasanya mereka memberikan tuntutan kepada anak. Namun, jika tuntutan itu diberikan secara berlebihan maka akan muncul dampak dampak negatif terhadap anak.
Mungkin masih banyak orang tua yang belum memahami apa yang dimaksud dengan tuntuan yang berlebihan dari perspektif seorang anak. Memang anak membutuhkan dorongan dari orang tua berupa tuntutan agar bisa memacu motivasi mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Namun, bukan berarti orang tua bisa memberikan tuntutan secara terus-menerus kepada anak. Tuntutan yang dimaksud biasanya berupa tuntutan belajar, tuntutan untuk berprestasi, dan tuntutan untuk meraih sekolah favorit. Cenderungnya anak mematuhi tuntutan dari orang tua karena anak mengetahui bahwa tuntutan itu baik bagi dirinya. Namun, tidak jarang tuntutan tersebut berakhir membuat anak tertekan.
Hal-hal yang akan dialami oleh anak karena tuntutan berlebihan yang diberikan oleh orang tua adalah anak menjadi stres, takut untuk mencoba, dan tidak percaya diri dengan apa yang di perolehnya. Jika anak tidak memenuhi tuntutan dari orang tua biasanya orang tua akan membentak atau memarahi anak. Hal itulah yang menyebabkan anak rela melakukan apapun dan menggunakan jalan apapun untuk memenuhi tuntutan dari orang tua. Alhasil bukannya menjadi anak yang sukses dengan cara yang baik, tetapi anak akan belajar untuk mencapai sesuatu dengan cara apapun demi mewujudkannya.
Maka dari itu, tuntutan terhadap anak sebaiknya tidak terlalu berlebihan agar tidak melukai psikis mereka. Hargailah seluruh kerja keras dan jerih payah anak dalam melakukan sesuatu. Apabila orang tua menghargai jerih payah anak maka hal tersebut akan memunculkan inisiatif terhadap anak untuk belajar lebih giat. Dengan demikian, anak bukan hanya mendapatkan dukungan berupa materi, tetapi juga dukungan psikis dan moral. (Yumna Zafira Akhmad/9C)