Siswa MATSASURBA Berperan Aktif Menciptakan Sekolah yang Aman dan Nyaman
Tahun Pelajaran 2023/2024 kali ini ada yang berbeda di MTs Surya Buana, pembelajaran berbasis proyek yang seringkali linear dengan beberapa disiplin ilmu, kali ini dikombinasikan dengan P5P2RA (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin) yang dicetuskan dalam Kurikulum Merdeka. Tahun ini MTs Surya Buana rebranding Proyek Integrasi (PI) menjadi PI-P5P2RA. PI-P5P2RA merupakan pembelajaran berbasis proyek yang lintas disiplin ilmu untuk menstimulasi kemampuan siswa dalam mengamati dan menemukan solusi dalam sebuah fenomena di masyarakat. MTs Surya Buana pada tahun ajaran 2023/2024 kali ini mengusung 4 tema besar, yaitu Gaya Hidup Berkelanjutan, Kearifan Lokal, Bhineka Tunggal Ika dan Bangunlah Jiwa Raga.
Tema Bangunlah Jiwa Raga merupakan salah satu tema yang diharapkan memberikan wawasan baru bagi siswa-siswi Matsasurba agar mampu menerapkan pola hidup sehat jiwa dan raga dalam lingkungan sekolah. Adanya tema ini menginisiasi ide kreatif siswa-siswi Matsasurba dalam memerangi perundungan di sekolah. Pada tema Bangunlah Jiwa Raga pada PI-P5P2RA kelas 9, koordinator tim mengusung tema khusus, yakni Safe School (MATSASURBA) yang berfokus pada pencegahan perundungan melalui penciptaan lingkungan positif di sekolah.
Perundungan sendiri sudah menjadi salah satu dosa besar bidang pendidikan dan masih menjadi PR sampai detik ini. Perundungan atau yang kerap di sebut bullying merupakan salah satu bentuk dari perilaku agresi dengan kekuatan dominan pada perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang dengan tujuan mengganggu anak lain atau korban yang lebih lemah darinya. Perundungan dibagi menjadi 4 jenis perundungan menurut Barbara Coloroso (2006:47-50).
- Bullying secara verbal; perilaku ini dapat berupa julukan nama, celaan, fitnah, kritikan kejam, penghinaan, pernyataan-pernyataan yang bernuansa ajakan seksual atau pelecehan seksual, terror, surat-surat yang mengintimidasi, tuduhan-tuduhan yang tidak benar, kasak-kusuk yang keji dan keliru, serta gosip.
- Bullying secara fisik; yang termasuk dalam jenis ini ialah memukuli, menendang, menampar, mencekik, menggigit, mencakar, meludahi, dan merusak serta menghancurkan barang-barang milik anak yang tertindas.
- Bullying secara relasional atau sosial; adalah pelemahan harga diri korban secara sistematis melalui pengabaian dan pengucilan atau penghindaran.
- Bullying elektronik/cyber; merupakan bentuk perilaku bullying yang dilakukan pelakunya melalui sarana elektronik seperti komputer, handphone, internet, website, chatting room, e-mail, SMS, dan sebagainya.
Pada kegiatan PI-P5P2RA ini siswa-siswi kelas 9 MTs Surya Buana mengenal lebih jauh mengenai perundungan. Mereka saling berargumentasi memberikan solusi-solusi efektif pencegahan perundungan di lingkungan sekolah. Pada sesi pertama, mereka mendapatkan materi pengenalan lebih dalam terkait perundungan di sekolah. Dari pertemuan pertama ini, siswa menjadi lebih kritis menanggapi fenomena tersebut.
Dari sikap kritis mereka itulah, guru sebagai fasilitator membantu mereka mengembangkan sisi kreatif dan imajinatif siswa untuk menawarkan berbagai solusi terkait permasalahan tersebut. Alhasil, siswa kelas 9 diberikan kesempatan membuat karya berupa video sederhana, komik strip, novel dan poster sebagai sebuah usaha menumbuhkan kepekaan warga sekolah dalam mengembangkan lingkungan positif di Matsasurba sekaligus upaya pencegahan perilaku perundungan terjadi.
Seluruh siswa dibagi menjadi beberapa tim pengembang lingkungan positif dan mereka mengajukan berbagai jenis karya mereka. Beberapa karya menarik dan unik dari siswa-siswi MTs Surya Buana dalam mengembangkan lingkungan positif patut diberi apresiasi lebih karena menambah wawasan sekaligus informasi bagi para pengguna layanan informasi dari pihak sekolah. Dengan produk yang dihasilkan oleh siswa ini, maka mereka sudah ikut andil dalam membantu menyelesaikan PR para warga yang berada di bidang pendidikan. (Jihan Safitri)