Siswa Matsasurba Belajar Menerapkan Gaya Hidup Hijau
Jumat, 8 September 2023, mahasiswa asistensi mengajar Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Green Lifestyle Menuju Gaya Hidup yang Berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan supaya para siswa mengetahui jenis sampah organik dan anorganik serta daur ulang sampah. Kegiatan dibuka oleh Bapak Imam sebagai pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Surya Buana. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Bapak Abdi Galih Firmansyah, ketua mahasiswa asistensi mengajar dan Bapak Akhmad Riyadi, S.Si., S.Pd., M.Pd., kepala MTs Surya Buana.
Selanjutnya memasuki kegiatan inti, yakni penyampaian materi zero waste dan pengelolaan sampah oleh Bapak Ramadhan. Siswa dijelaskan apa itu zero waste. Zero waste merupakan salah satu gerakan untuk mengurangi sampah. Dalam materi ini dibahas mengapa zero waste itu penting, konsep zero waste, cara mengurangi sampah, serta produk dan alternatif yang dapat membantu.
Pada materi zero waste ada ajakan kepada para siswa supaya mereka lebih memiliki kesadaran untuk mencintai lingkungan, di antaranya dengan menggunakan produk ramah lingkungan, seperti menggunakan sedotan yang terbuat dari stainless atau kaca, membawa tas belanja dari kain, serta membawa alat makan dan botol minum sendiri.
“Barang yang tidak sekali pakai itu mudah dibawa kemana-mana, contohnya sedotan kaca sudah ada wadah kecil dan sikatnya juga, kantong belanja pun bisa dilipat kecil sehingga praktis dan ramah lingkungan,” pungkas Bapak Ramadhan.
Selanjutnya, pada materi pengelolaan sampah, siswa diajari bagaimana menerapkan reduce (mengurangi penggunaan produk yang berpotensi sampah), reuse (menggunakan kembali produk yang dimiliki), dan recycle (mendaur ulang sampah). Setelah penyampaian materi tuntas diselesaikan, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Dipilih enam siswa yang bertanya terkait materi dan mendapatkan hadiah sebagai reward.
Di akhir kegiatan, siswa diberikan kesempatan untuk praktik langsung untuk membuat produk ramah lingkungan. Siswa putra membuat ecoenzim, sementara siswa putri membuat bunga plastik. Ecoenzim merupakan alternatif alami yang terbuat dari bahan kimia sintetis. Untuk membuat ecoenzim siswa dibentuk kelompok yang terdiri atas lima siswa. Ada alat dan bahan yang disiapkan, di antaranya botol air mineral bekas ukuran besar, gula, air jernih, serta sisa sayur dan buah. Sisa sayur dan buah tersebut dipotong kecil-kecil. Bahan-bahan tersebut dimasukkan ke dalam botol air mineral, kemudian ditutup rapat dan diberi label tanggal pembuatan dan tanggal panen. Selama satu minggu pertama tutup wadah dibuka untuk dibuang gasnya. Campuran tersebut didiamkan selama tiga bulan dalam wadah kedap udara.
Siswa putri membuat bunga plastik di lantai satu. Siswa putri juga dibentuk menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok disediakan bahan dari kantong plastik, gunting, selotip, dan tangkai bunga dari plastik. Setelah itu, mereka memotong-motong kantong plastik sesuai dengan bentuk bunga yang akan dirancang, lalu disusun menjadi satu menggunakan selotip. Hasil bunga plastik karya siswa cantik, bervariasi, dan berwarna-warni.
Para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan pada hari ini. Itu juga menjadi pengalaman berharga yang bermanfaat bagi mereka ke depan. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan para siswa lebih sadar lingkungan dan menggunakan produk yang ramah lingkungan.