Serunya Outing Class (OC) ke Edupark UMM
Outing class merupakan program kegiatan di luar kelas yang rutin dilaksanakan MTs Surya Buana di setiap semesternya. Outing class sendiri biasanya dilaksanakan per kelas atau lebih sesuai dengan kesepakatan Paguyuban Orang tua Siswa (POS). Outing class bertujuan untuk menambah pengetahuan dan wawasan siswa terhadap lingkungan di sekitar mereka dan juga mengurangi kejenuhan selama melakukan pembelajaran di dalam kelas.
Pada hari Selasa, 9 Mei 2023, siswa kelas 8C dan 8D MTs Surya Buana melaksanakan kegiatan outing class ke Edupark Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Negeri Malang (UMM). Banyak sekali pengalaman dan pelajaran yang didapat di sana. Pertama, para siswa diajak untuk membuat roti. Walaupun hanya membentuk dan menghias saja, bagi mereka ini adalah pengalaman yang luar biasa. Para siswa bisa menuangkan segala kreativitas dalam dua adonan dengan membuat bentuk-bentuk lucu, mulai dari bentuk bunga hingga boneka beruang. Setelah itu, adonan yang sudah dibentuk dimasukkan ke dalam oven. Sembari menunggu adonan matang, para siswa diterangkan materi tentang cara membuat adonan. Bahan-bahan kering yang diperlukan adalah tepung terigu, ragi, gula, susu bubuk, dan garam. Sementara itu, bahan basahnya adalah air, telur, dan mentega.
Langkah pertama yang harus dilakukan untuk membuat adonan adalah mencampur semua bahan kering kecuali garam. Mengapa begitu? Karena garam dapat menghambat fermentasi. Selanjutnya, langkah kedua adalah memasukkan air dan telur, lalu diaduk sampai gula di dalam adonan hancur. Selanjutnya, memasukkan mentega dan garam kemudian diuleni sampai kalis. Tanda-tanda kalis adalah ketika adonan ditarik adonan tidak mudak sobek. Langkah keempat, yakni adonan ditimbang masing-masing 40 gram, lalu dimasukkan ke dalam alat yang dapat membuat adonan mengembang. Kalau mencoba di rumah biasanya hanya ditutupi kain saja. Jika sudah mengembang, bisa dihilangkan udara-udara di dalam adonan dengan cara di-rolling. Kemudian ditambahkan topping dan dibentuk. Langkah terakhir, adonan dimasukkan ke dalam oven dan ditunggu hingga matang.
Sembari menunggu roti matang, para siswa juga diajak untuk melihat perkembangbiakan jamur, dengan nama latin fungi. Jamur-jamur yang dikembangbiakkan di sini adalah jamur yang bisa dimakan. Pada dasarnya jamur tumbuh pada material kayu. Jamur yang tumbuh di tanah pun juga asalnya dari material kayu. Jika digali lebih dalam, terdapat sarang rayap yang biasanya terbuat dari kayu. Jika fungi dibiarkan di bawah kertas hitam, akan muncul serbuk putih seperti tepung yang disebut dengan spora. Spora adalah benih-benih dari fungi. Fungi akan mudah berkembang biak di tempat yang lembab karena spora yang didapat akan langsung turun ke permukaan dan tidak beterbangan. Spora yang pecah akan menumbuhkan akar. Akar-akar itu nantinya akan tumbuh semakin banyak dan bercabang yang dapat disebut sebagai kumpulan benang hifa.
Selain itu, juga disebutkan beberapa ciri jamur yang mengandung racun. Ciri-ciri jamur yang mengandung racun biasanya terlihat di bagian belakang jamur. Jika digores dengan pisau lalu diletakkan di bawah nasi hangat dan membuatnya menjadi berwarna maka jamur dapat dikatakan beracun.
Setelah diberikan materi seputar jamur, para siswa menyaksikan proses pembuatan nata de coco. Ternyata pembuatannya tidak sesusah yang dibayangkan karena cara membuatnya hanya memerlukan air kelapa, gula, ZA, bakteri acetobacter xylinum, dan cuka bila air kelapa diambil dari kelapa tua. Langkah-langkah untuk membuatnya adalah dengan merebus air kelapa, lalu memasukkan gula ke dalamnya, kemudian ditunggu hingga air kelapa menjadi dingin. Setelahnya bisa dimasukkan ZA yang bisa diganti dengan buah nanas atau sayur bayam dan ditambahkan bakteri ke dalamnya. Dilanjutkan dengan menuangkan air kelapa ke dalam loyang, tutupi kain dan tunggu selama beberapa hari sampai air kelapa membuat lapisan. Disarankan untuk tidak digoyang-goyangkan selama air kelapa sedang didiamkan agar membentuk lapisan yang tebal. Jika sudah menjadi lapisan, nata de coco dapat dicuci dan direndam selama 2 atau 3 hari agar tidak bau dan airnya harus diganti setiap hari agar tetap bersih. Setelah 2 atau 3 hari, nata de coco siap dihidangkan.
Setelah para siswa mengetahui proses pembuatan nata de coco, mereka diajak untuk mengelilingi peternakan sapi, kambing, ayam, dan ikan. Hewan-hewan yang terdapat di sana terlihat sehat. Bagaimana tidak? Peternakan di sana sangat steril. Untuk memasuki tiap peternakan saja para siswa diminta untuk mencuci tangan terlebih dahulu. Mereka diperbolehkan untuk memegang dan memberi makan hewan ternak. Para siswa terlihat sangat bahagia, bagi mereka ini adalah hiburan. Mereka bisa melihat berbagai jenis ikan, terutama ikan koi. Warna merah, oranye, putih, dan hitam yang berpadu dengan jernihnya air kolam sungguh menyejukkan mata.
Setelah berkeliling selama setengah hari. Akhirnya para siswa diberi waktu untuk istirahat, salat, dan makan. Tidak lupa mereka memakan roti yang telah dibentuk dan dihias sendiri. Rotinya empuk dan rasanya sangat enak. Selanjutnya para siswa mengamati berbagai jenis tanaman yang indah. Setelahnya, mereka berkumpul untuk melakukan pembagian hadiah kepada siapa yang dapat menjawab pertanyaan dan aktif mengikuti kegiatan pada hari itu. Ketika pembagian hadiah telah selesai, dilaksanakan sesi foto bersama dan mereka diberi hadiah berupa tanaman yang sangat cantik. Terima kasih untuk pihak Edupark UMM karena telah memberikan berbagai ilmu dan pengalaman yang berharga. (Hasnasyifa Batrisya)