
Sehat dan Nikmat: Siswa Matsasurba Belajar Membuat Minuman Herbal
Pendidikan sangat penting untuk setiap orang karena dapat berpengaruh terhadap masa depan anak bangsa. Pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab guru ataupun pemerintah. Namun, semua masyarakat Indonesia juga ikut bertanggung jawab atas pendidikan, yakni dengan cara menjalankan tugas sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawab yang merupakan upaya untuk terwujudnya tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan. Sebab itulah untuk mewujudkannya ada beberapa kegiatan yang menunjang pendidikan, salah satunya adalah kegiatan di luar sekolah yang mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan mengamati objek secara konkret.
MTs Surya Buana, salah satu madrasah unggulan di Kota Malang, memiliki program kegiatan Outing Class. Program ini merupakan salah satu program unggulan yang dilaksanakan satu kali setiap semester di luar sekolah. Kegiatan Outing Class ini berkaitan dengan profesi yang akan digeluti siswa di masa depan sehingga penentuan objek tujuannya pun juga perlu dilakukan koordinasi antara wali kelas dan wali murid.
Selasa, 5/11/2024, MTs Surya Buana mengadakan kegiatan Outing Class secara serentak dengan tujuan yang berbeda setiap kelasnya. Pada kesempatan ini, kelas 8B memilih destinasi UPT Laboratorium Herbal Materia Medica Batu. Para siswa didampingi oleh Bapak Wiqoyil Islama selaku wali kelas serta Bapak Fadhly dan Bapak Roziqin sebagai pendamping tambahan. Para siswa berkumpul di sekolah pukul 07.30 WIB dan berangkat menuju lokasi menggunakan mobil pribadi wali murid pukul 08.00 WIB.
Sesampainya di lokasi, para siswa berbaris dengan rapi mengikuti pemandu untuk menuju aula. Sebelum masuk aula, para siswa disilakan untuk mencoba jamu kunir asam yang telah disediakan. Setelah itu, para siswa langsung menuju aula dan duduk di kursi paling depan karena penasaran dengan materi yang akan disampaikan.
Kegiatan di dalam aula diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu masuk ke materi inti yang ditunggu-tunggu siswa kelas 8B. Materi tentang tanaman obat dijelaskan oleh Ibu Chusnul yang menjelaskan tanaman obat bagi kehidupan. Salah satunya pada usia sekolah, mengonsumsi minuman herbal dapat meningkatkan kemampuan belajar.
Pihak Medica juga memiliki rumus agar dapat memaksimalkan hasil pembuatan tanaman obat, yaitu 3J-1C (jenis, jumlah, jadwal, dan cara pengolahan). Agar hasil dapat maksimal, pihak Medica memiliki beberapa syarat ketentuan untuk suatu bahan dipastikan memilih yang segar atau kering, tidak rusak oleh serangan hama, dan tidak berubah warna atau layu.
“Jangan memasak atau merebus tanaman obat dengan panic berbahan alumunium,” pungkas Ibu Chusnul selaku pemateri.
Pihak Medica juga menjual instan herbal. Instan herbal adalah produk minuman yang telah diproses sedemikian rupa sehingga bisa dikonsumsi secara langsung atau dengan persiapan minimal. Instan herbal juga dapat disajikan cepat dengan cara diseduh dengan air matang baik dingin maupun panas.
Setelah materi pertama selesai, siswa berlanjut ke materi berikutnya yang dijelaskan oleh Ibu Siswa mengenai proses pembuatan minuman herbal temulawak. Temulawak berkhasiat sebagai antikanker, antiinflamasi, antioksidan, dan memperbaiki fungsi pencernaan. Pihak Medica juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk membantu membuat bubuk temulawak dengan beberapa bahan, yakni 1 kg gula pasir, 250 gram temulawak, dan air bersih 500 ml. Para siswa terkejut akan perubahan yang terjadi di dalam panci tersebut, yang awalnya bersifat kental namun semakin lama berubah menjadi bubuk.
Setelah penutupan materi, kelas 8B dibagi menjadi 2 kelompok untuk mengikuti pemandu yang mengenalkan berbagai jenis tanaman herbal. Seusai kegiatan, para siswa istirahat, salat, dan makan siang. Tak lupa mereka juga berswafoto untuk mendokumentasikan kegiatan untuk memenuhi tugas literasi digital yang telah diberikan oleh guru. Selanjutnya, para siswa melanjutkan perjalanan ke Coban Lanang, Pandanrejo, Kota Batu yang ditempuh selama kurang lebih tiga belas menit.
Para siswa tampak antusias dan langsung berjalan menuju air terjun. Bahkan, cuaca panas tidak menghalangi semangat mereka. Keindahan air terjun begitu memukau dan menenangkan pikiran. Setelah itu, para siswa kembali ke sekolah pukul 15.30 WIB.
Harapannya, melalui kegiatan Outing Class, siswa dapat memperluas wawasan dan menumbuhkan keterampilan yang berguna bagi kehidupan mereka di masa depan. (Achmad Ghithrif Cavan Arrahman)