
Pengajian Orang Tua Siswa: Membangun Karakter Islami Anak di Tengah Tantangan Era Digital
MTs Surya Buana melaksanakan kegiatan rutin setiap tiga bulan sekali bersama orang tua siswa bertajuk Pengajian POS (Paguyuban Orang Tua Siswa) dan Penerimaan Rapor Sumatif Tengah Semester. Kegiatan ini melibatkan orang tua, khususnya pengurus paguyuban kelas dengan panitia yang terdiri dari pengurus paguyuban kelas 9, Sabtu, (28/9/2024).
Adapun petugas dalam kegiatan ini berasal dari orang tua siswa. Acara dibuka oleh Wali Nahda Khanza sebagai pembawa acara. Dilanjutkan sambutan dari wali Gendhis selaku ketua POS paralel kelas 9, lalu pembacaan ayat Al-Qur’an oleh wali Farsya Shafa.
Kegiatan pengajian diisi oleh Ustaz Biggie Noviandi, S.Si., selaku pemateri pada hari ini dengan tema “Membangun Karakter Islami Anak di Tengah Tantangan Era Digital“. Beliau menyampaikan bahwa membangun karakter Islami pada anak di era digital sangatlah sulit karena tantangan terbesar saat ini berkaitan dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Pada tahun 2024, penggunaan internet di Indonesia terus mengalami peningkatan. Berdasarkan survei, lebih dari 221 juta penduduk Indonesia kini terhubung dengan internet, mencakup berbagai kalangan, termasuk generasi Z dan milenial. Generasi Z, misalnya, mencatatkan tingkat akses internet sebesar 87%, sementara generasi milenial mencapai 93,17%. Peningkatan penggunaan internet ini seiring dengan meningkatnya akses terhadap berbagai konten digital, seperti musik dan video online yang menjadi hiburan utama masyarakat Indonesia. Namun, ada juga peningkatan konsumsi konten yang berkaitan dengan politik dan sosial yang mencerminkan minat masyarakat terhadap isu-isu sosial dan politik. Itu mungkin salah satu kelebihan yang dapat kita manfaatkan dari AI.
Namun, perlu diingat bahwa meskipun saat ini banyak hal yang memerlukan AI, kita harus tetap berhati-hati dalam penggunaannya. Ustaz Biggie juga pernah mencoba meminta AI untuk mencari dalil tentang keutamaan mendidik anak dalam menghafal Al-Qur’an, tetapi hasilnya sangat tidak tepat. Hal ini menunjukkan bahwa AI tidak selalu memberikan jawaban yang benar sehingga tetap perlu dilakukan pengecekan ulang.
Di samping anak yang hebat, terdapat pula orang tua yang hebat. Pada zaman sekarang, mendidik anak Islami di era digital merupakan tantangan besar. Perkembangan teknologi yang pesat, khususnya dalam dunia digital menghadirkan banyak kemudahan dalam belajar dan berinteraksi. Namun, di sisi lain, dunia digital juga membawa dampak negatif yang tidak kalah besar, seperti paparan informasi yang kurang sesuai dengan nilai-nilai agama, pergaulan virtual yang tidak terkontrol, serta kecanduan terhadap perangkat elektronik.
Dalam konteks ini, peran orang tua sangat penting dalam memastikan bahwa anak-anak tidak hanya mengakses informasi yang bermanfaat dan sesuai dengan ajaran Islam, tetapi juga belajar bagaimana menggunakan teknologi dengan bijak. Orang tua yang hebat adalah mereka yang mampu menjadi pengarah utama dalam membimbing anak-anak mereka agar tetap memegang teguh nilai-nilai agama dalam kehidupan digital. Mereka harus mampu memberikan batasan yang jelas dan mengarahkan anak-anak untuk menggunakan teknologi secara produktif dan sesuai dengan prinsip-prinsip Islami, seperti menjaga adab, menghindari hal-hal yang haram, dan memanfaatkan media sosial untuk dakwah atau kegiatan positif lainnya.
Selain itu, orang tua juga harus menjadi teladan bagi anak-anak mereka dalam hal penggunaan teknologi. Anak-anak sering kali meniru apa yang mereka lihat sehingga jika orang tua mampu menunjukkan contoh yang baik, seperti menggunakan teknologi untuk tujuan yang bermanfaat dan sesuai dengan syariat, maka anak-anak pun akan lebih mudah mengikuti. Sebagai contoh, mengajarkan anak-anak untuk membaca Al-Qur’an melalui aplikasi Islami atau menonton video dakwah yang mendidik adalah salah satu cara yang efektif untuk memanfaatkan kemajuan teknologi dengan cara yang positif.
Tantangan terbesar dalam mendidik anak Islami di era digital ini adalah bagaimana menyeimbangkan antara penggunaan teknologi yang bermanfaat dan menjaga keutuhan nilai-nilai agama. Oleh karena itu, peran orang tua dalam memberikan pendidikan yang mengutamakan akhlak dan ketakwaan sangatlah penting. Anak-anak yang hebat, yang mampu menghadapi tantangan digital dengan bijak, adalah buah dari didikan orang tua yang hebat, yang senantiasa memberikan bimbingan dan pengawasan yang penuh kasih sayang serta sesuai dengan ajaran Islam.
Setelah materi oleh Ustaz Biggie selesai disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian rapor bulanan oleh wali kelas masing-masing serta koordinasi rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada bulan berikutnya bersama wali kelas. (Miftakus Saadah)
You may also like
