Outing Class Armatim AL Surabaya
Negara Indonesia disebut juga dengan negara maritim. Negara yang memiliki luas lautan yang lebih besar dari daratannya. Di Indonesia banyak wilayah-wilayah yang apabila ingin mengirimkan barang dari wilayah satu ke wilayah lain harus menggunakan jalur laut karena dianggap lebih efektif dan efisien. Indonesia juga mempunyai banyak kapal dan alat transportasi laut lainnya. Ada yang berasal dari dalam negeri dan dari luar negeri. Kapal-kapal tersebut memiliki kegunaannya masing-masing. Umumnya kapal tidak hanya digunakan untuk mengangkut penumpang atau barang, tetapi juga digunakan sebagai kendaraan patrol di daerah laut, untuk bertempur, atau bahkan untuk membantu melakukan pengeboran di tengah laut. Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, kini kapal bukan hanya sebagai alat transportasi akan tetapi juga menjadi daya tarik wisata. Biasanya tempat tersebut dijadikan objek wisata, museum, atau tempat pendidikan yang memberikan edukasi seputar kemaritiman dan lainnya. Salah satunya adalah Pangkalan Utama AL (Armatim) yang menjadi ikon utama sekaligus bukti kuatnya pertahanan negeri ini.
Armada Indonesia Timur (Armatim) merupakan markas TNI Angkatan Laut yang menjadi pangkalan militer laut terbesar Asia Tengara. Armada ini sebagai pertahanan kedaulatan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta untuk menguatkan wilayah Indonesia Timur. Karena tidak mudah mengakses masuk ke dalam pangkalan laut terbesar di wilayah timur, maka sudah barang tentu siapa saja yang masuk ke dalam wilayah ini harus melalui izin yang ketat dan laporan yang jelas terhadap orang-orang tertentu. Pangkalan laut ini juga sering dikunjungi oleh berbagai sekolah dari banyak wilayah di Indonesia.
Hal tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi agar siswa bisa belajar lebih dalam dan menyiapkan para generasi muda meraih cita-cita serta harapan mereka. Studi wisata tersebut juga dilakukan oleh salah satu sekolah di wilayah kota Malang, yakni MTs Surya Buana. Sekolah yang berlokasi Jl. Sunan Muria No.101, Karangbesuki, Sukun, Kota Malang itu melaksanakan Outing Class ke Armatim Surabaya. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa Kelas 9 beserta bapak ibu guru pendamping.
Mereka sangat antusias dan semangat mengikuti rangkaian kegiatan. Outing Class dilaksanakan pada hari Rabu, 27 September 2023. Para siswa-siswi berkumpul di area parkir Graha Cakrawala UM. Pemberangkatan dilaksanakan pukul 07.00 menggunakan dua bus. Satu per satu siswa diberikan LKPD oleh bapak ibu guru, untuk mereka mencatat dan menyimpulkan hal-hal yang telah mereka dapat pada kegiatan Outing Class hari itu. Juga untuk melatih para siswa untuk berpikir kritis dengan menuangkan dalam bentuk tulisan yang mereka dapat dari apa yang mereka dengar dan lihat.
Selama perjalanan siswa-siswi begitu ceria dan bahagia. Ada yang mengabadikan momen, bernyanyi, makan, bahkan ada yang tidur dengan pulas. Semua hal itu mereka lewati dalam lika-liku perjalanan pergi dan pulang. Perjalanan berakhir dan sampai di tempat tujuan pukul 09.00 WIB. Sampai di Armatim Surabaya, semua orang disambut dengan TNI yang sedang beraktivitas, kegagahan TNI yang sedang berlatih PBB, dan lain sebagainya. Sampai di tempat berlabuhnya kapal-kapal yang besar, para siswa begitu antusias dan penasaran wujud asli dari kapal-kapal tersebut. Setiap pengunjung yang akan mengadakan kunjungan ke Koarmatim akan dipandu Dispenarmatim yang telah dibekali kemampuan dan keahlian untuk memberikan panduan kepada setiap pengunjung hingga sampai ke KRI dan Monjaya. Di sana banyak berlabuh kapal KRI yang sedang tidak bertugas. Para siswa dan siswi dipandu untuk naik kapal KRI Karang Pilang nomor 981.
Kapal tersebut merupakan kapal angkut pasukan di jajaran TNI AL yang merupakan bekas kapal angkutan sipil. Bapak ibu guru juga wali murid juga ikut masuk ke dalam kapal. Melewati lorong-lorong kecil, tangga-tangga mini, dan beralas karpet membuat mereka semakin antusias untuk melihat pemandangan di atas kapal. Pemandangan di sana begitu sangat indah. Banyak sekali kapal-kapal berlabuh. Di sana mereka juga dipandu oleh beberapa TNI, kemudian dijelaskan asal usul dari kapal nomor 981. KRI Karang Pilang ini merupakan kapal yang pada saat itu pernah dibawa ke perbatasan Malaysia tahun 2021. Terdapat banyak sekali alat-alat dan mesin dalam kapal tersebut. Satu per satu para siswa saling bertanya apa nama mesin dan kegunaannya.
Terdapat clinometer yang berfungsi mendeteksi kemiringan kapal. Kemudian ada kursi komandan di sebelah kiri, juru mudi di tengah dan paga di sebelah kanan. Ketiga kursi itu terletak di bagian depan, tepatnya area pegemudian kapal. Kapal juga dilengkapi dengan senjata seperti meriam buatan Jerman Barat tahun 1960. Meriam dengan 20 mm itu dirancang di Pabrik Rheinmetall Jerman Barat. Senjata itu dirawat dan dijaga oleh TNI sehingga masih mulus dan bisa dilihat sampai saat ini. Meriam terakhir ditembakkan pada perbatasan Malaysia tahun 2021. Ada yang berisi 500 biji dan 1000 biji peluru. Jarak paling efektif untuk menembak adalah 200 meter. Sementara itu, jarak maksimal adalah 7 kilo. Permenit meriam bisa menembakkan 1.050 peluru.
Saat pelatihan peluru di arahkan ke tomato killer. Para siswa Matsasurba juga mendapatkan wawasan baru terkait jenis peluru yang digunakan. Terdapat 3 tipe peluru, yaitu tipe heit sebagai peledak, tipe TPT membuat kapal bolong, dan tipe PTS. Penempatan yang ada di kapal, diatur berdasarkan Korps. Setelah dijelaskan begitu banyak oleh para TNI. Para siswa turun dan berfoto di depan Kapal nomor 981. Selanjutnya mereka di pandu untuk masuk bus menuju KRI Nanggala 402. Kapal tersebut merupakan kapal yang dibuat untuk mengabadikan TNI yang sudah gugur dan berjasa dalam bertugas.
Nanggala (402) hilang kontak pada Rabu, 21 April 2021 saat melakukan latihan penembakan torpedo di Laut Bali bersama 53 awaknya. KRI Nanggala kemudian dinyatakan tenggelam pada Sabtu, 24 April 2021 oleh TNI AL setelah ditemukannya puing-puing yang diduga berasal dari kapal selam tersebut. Kapal KRI Nanggala diabadikan di sana. Warga yang berkunjung ke sana juga biasanya mengabadikan momen dengan foto bersama.
Selanjutnya para siswa dan siswi menaiki bus kembali menuju Monumen Monjaya. Mereka begitu antusias melihat monumen yang sangat besar. Tiba di tempatnya, mereka menaiki tangga menuju kaki Monumen Monjaya. Monumen ini menggambarkan sosok Perwira TNI Angkatan Laut berbusana Pakaian Dinas Upacara (PDU) lengkap dengan pedang kehormatan yang sedang menerawang ke arah laut, seolah siap menantang gelombang dan badai di lautan. Begitu pula yang ingin di perlihatkan bahwa angkatan laut Indonesia siap berjaya. Melewati tangga-tangga yang berbelok belok, para siswa semakin penasaran. Hingga mereka sampai di atas kaki Patung Monjaya, mereka dapat menyaksikan pemandangan yang indah. Juga angin yang bergitu kencang membuat suasana semakin sejuk.
Monumen Monjaya juga biasa disebut Monumen Jalesveva Jayamahe yaitu menggambarkan  angkatan laut indonesia Jalesveva Jayamahe yang berarti DiLaut Laut, Kita Jaya. Monumen tersebut juga menggambarkan seorang generasi muda yang optimis dan siap menghadapi segala rintangan yang ada nantinya serta berani membela kebenaran dan tanah air Indonesia. Para siswa terlihat bahagia.
Usai touring di sana, para siswa kembali menaiki bus dan segera melaksanakan salat zuhur dan makan siang. Setelah itu seluruh siswa kembali ke bus masing-masing dan perjalanan pulang. Para siswa sangat bahagia dan sangat antusias. Outing Class kali ini begitu menarik dan menyenangkan, serta para siswa juga belajar banyak hal baru serta pengalaman yang tidak bisa terlupakan. (Kholifaturohmah Kelas 9C)