Outbond yang Menyenangkan
Pada tanggal 15 Oktober 2016, kami warga MTs Surya Buana Malang telah mengadakan OUTBOND di bakti alam di pasuruan, sengaja kami memilih tempat ini, karna tempat ini layak buat semua kalangan dari anak-anak sampai orang tua, dismping itu juga Pembelajaran yang dilakukan di sekolah tidak hanya berupa kegiatan di dalam kelas. Proses belajar mengajar sehari-hari dapat dilakukan di luar kelas.
Salah satunya dengan proses belajar yang nyata (kontekstual). Bentuk proses nyata yang dapat dilakukan adalah kegiatan yang turut membawa siswa survey secara langsung pada objek pembelajaran, diantaranya objek kultur, historis, dan ilmu pengetahuan serta teknologi. Kegiatan edukatif tersebut membawa pengalaman siswa dalam pendalaman dan memperluas wawasan yang berorientasi pada pembelajaran kontekstual serta menjadikan wawasan untuk membekali pengetahuan kontekstual siswa, karna di tempat ini kami tidak hanya bermain-ain saja, tapi ada tambahan pengetahuan, wawasan dan pengalaman berharga, bagaimana siswa mampu menegtahui pencangkokan tumbuhan, proses pembuatan susu yang di oalah, dan bagaimana belajar entrepeuner (bisnis).
Kami berkumpul di kampus UIN Malang sekitar pukul 06.30, dan 7 bis sudah siap untuk mengantarkan kami ke pasuruan tepatnya di bakti alam, kami membuthkan waktu sekitar 2 jam ke tempat tersebut.
Pukul sekitar 09.00 kami tiba di bakti alam, dan langsung disambut oleh pemandunya yang sebelumnya sudah kami (panitia) hubungi, setelah sampai saya sebagai koordinator langsung menemui manajernya untuk menyelesaikan administrasi dan mengambil tiket, sedang para siswa dan siswi langsung dibagi kelompok oleh pemandunya, karna memang siswa dan siswi terbagi dalam permainannya.
Setelah administrasi sudah saya selesaikan, kemudian secara bergiliran para siswa dan para siswi masuk ke dalam, kemudian dilanjut bapak/ibu guru karyawan, para siswa keliling area kebun (bakti alam) dengan naik kereta kelinci, mereka naik dengan mengamati segala sesuatu yang ada, di antaranya: bagaimana proses persilangan tumbuhan, bagaimana proses pembuatan susu fermentasi, buah apa saja yang tersedia, karna disana tidak hanya terdapat buah local saja tapi pihak bakti alam juga mendatangkan tanaman dari luar juga, da nada juga pembuatan jamu tradisional, dari sinilah letak pencarian pengetahuan, wawasan yang langsung pada objek yang di tuju,sehingga pembelaaran tidak hanya terpaku pada bangku kelas tapi juga bisa mengambil pelajaran dari alam semesta secara langsung. Karna siswa dan siswi dibagi. Kemudian yang siswinya langsung bermain outbond dan game, disini siswi tidak hanya bermain saja, tapi ada nilai edukatif, bagaimana siswi mampu memfokuskan pada target yang sudah direncanakan, bagaimana siswi mampu bekerja dalam team, sehingga dibutuhkan kolektif kollegial dan kebersamaan dalam menyelesaikan tugas yang btelah diberiakn kepada kelompoknya masing-masing, dan bagaimana para sisei mampu memanage waktu yang telah diberikan untuk menyelesaikan tugas. Pada sesi pertama ini berakhir sekitar pukul 12.00 kemudian kami dan para siswa/siswi istirahat shalat dan makan. Sekitar pukul 13.00 mulai kembali di sesi kedua para siswa bermain outbond dipandu dengan team outbond, karna outbond yang kedua ini siswa dan atuh di siang hari sehingga team outbond menjadikan outbond semenarik mungkin, dan para siswa mengikuti rentetan out bond dengan baik, setelah outbond di lapangan selesai, kemudian para siswa di arahkan ke permainan flying fox disinilah para siswa ditantang keberanian dalam ketinggian, dan para siswapun banyak yang tertntang dan ingin mecoba bermain flying fox. Hampir semua siswa mencoba flying fox tersebut, setelah selesai flying fox, kemudian frre time artinya bahwa waktu kegiatan telah usai, dan masih ada beberapa waktu bebas untuk para siswa gunakan dengan baik, dari ada sebagian siswa yang memanfaatkan dengan memancing ikan, ada yang bermain air, karna disana terdapat kolam renang sekalipun tidak terlalu besar. Ada uga yang menggunakannya dengan jalan-jalan, memotret pemandangan yang ada disekitar.ÂÂÂ
Selanjutnya, bagi para siswi yang tadinya di sesi pertama mereka bermain outbond si sesi kedua mereka mengelilingi area bakti alam, dengan menggunakan kereta kelinci, sambil di pandu oleh team pemandu, karena memang siswa tdak hanya duduk sambil menikmati pemandangan saja, tapi juga membutuhkan penjelasan tentang pencangkokan tumbuhan, dan di tengah-tengah perjlanan para siswi juga diperkenankan untuk berhenti sejenak melihat buah yang dihasilkan dari perkawinan tanaman, di tempat ini lah memperhatiakn dengan sesame penjelasan dari penjaganya, bahkan ketika hendak keluar para siswi di perkenankan makan buah, mencicipi potongan buah yang telah disediakan oleh penjaganya, walaupun buahnya tidak terlalu besar tapi rasanya manis. Setelah itu para siswi melanjutkan perlajalanan, dan kemudian berhenti di kandang sapi, di tempay ini para siswi di jelaskan bagaimana cara memerah susu sapi, dan bagaiamana hasil susu sapi itu di olah menjadi minuman yang sangat segar, para siswi mendengarkan penjelasan dan mencatat poin-poin penting yang disampaikan, kemudian ada sebagian yang mencoba memerah sapi, dan akhir dari tempat ini setiap siswi mendapatkan satu gelas susu yang dihasilkan sendiri dari pihak bakti alam. Kemudian para siswi melanjutkan perjalanan, perjalanan berakhir di tempat pembuatan kripik singkong, kentang dan jamu tradisional, disinlah para siswi bisa mencicipi jamu tradisional sekehendaknya karna tidak ada batasan untuk mencicipi jamu tradisional tersebut, ada juga yang membeli kripik, ada juga yang membeli jamu tradisional buat oleh-oleh keluarga di rumah. Setelah keluar dari tempat itu akhirnya kereta berjalan menuju keluar, sampai di tempat keluar para siswi di sambut dengan jus segar, para siswi turun dari kereta kelinci kemudian tiap siswi berhak mengambil 1 gelas jus semangka.
Setelah itu free time sekitar pukul 14.15, bertanda waktu kegiatan outbond sudah selesai, para siswi diberikan kesempatan untuk bersenang-senang dengan kelompoknya masing-masing. Ada yang bermain air, ada juga yang beli makanan di kantin, ada juga yang beli oleh-oleh, ada juga yang jalan-jalan sambil mengambil gambar pemandangan yang ada di sekitar.
Sekitar pukul 15.00 anak-anak baik para siswa maupun para siswi bersiap-siap untuk kembali ke bus untuk pulang ke malang.
Para siswa mengikuti kegiatan ini dengan baik dan lancer dalam segala rentetat kegiatan yang sudah di rencanakan. Karena dalam kegiatan ini para siswa tidak hanya mendapatkan permainan game outbond saja, tapi juga ada tambahan pengetahuan , wawasan, dan pengalaman yang sangat berharga untuk di bawa pulang sebagai oleh-oleh, karena secara tidak langsung para siswa belajar sambil bermain sehingga waktu seharian terasa menyenangkan. (Fatih Ihsani)