Meriahnya Peringatan Hari Jadi Pramuka
Salam Pramuka! Salam!
Tentu salam ini tidak asing bagi kita terutama siswa di Indonesia. Ini adalah ciri salam dari Pramuka. Pramuka sendiri merupakan Organisasi Kepanduan yang didirikan pada 25 juli 1907 oleh Robert Stephson Smyth Baden Powell atau yang lebih dikenal dengan julukan Sir Robert Baden Powell sebagai Bapak Pandu Dunia. Jika ada Bapak Pandu Dunia, lalu siapakah bapak Pandu Indonesia? Betul sekali, Bapak Pandu Indonesia adalah Sri Sultan Hamangkubuono IX. Akan tetapi, mengapa hari jadi Pramuka diperingati pada 14 Agustus? Karena secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia setelah Presiden Sukarno menganugerahkan Panji Gerakan Pramuka dengan Keppres nomor 448 tahun 1961.
Pada peringatan ulang tahun Hari Pramuka ke-62 yang bertepatan pada tanggal 14 Agustus 2023 dengan tema “Sumber Daya Manusia yang Profesional dan Proporsional†seluruh anak didik Pramuka (andika) dan Pembina MTs Surya Buana melaksanakan upacara bersama di lapangan sekolah. Menariknya lagi seluruh andika dan Pembina memakai baju Pramuka dan atribut lengkap serta menampilkan yel-yel untuk memeriahkan acara tersebut.
Pramuka sendiri merupakan salah satu organisasi bergengsi di Matsasurba. Kegiatan Pramuka merupakan Ekstrakurikuler wajib untuk mendukung para andika menjadi Pramuka yang cakap, disiplin, tanggung jawab, memiliki budi pekerti yang luhur, suka menolong, menguatkan aspek spiritual dan emosional, serta kemampuan aplikatif lainnya.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh komandan pleton, yaitu Bintang Putra Pratama, siswa kelas 9B dan Kak Maya Pangesti Utami selaku Pembina upacara. Kak Maya mengawali amanat dengan 3 bahasa dari salam Pramuka, seperti tahiya kasyafah! greeting scout! salam Pramuka! Pada kesempatan ini kak Maya menyampaikan pesan terkait pentingnya disiplin yang diambil dari butir Dasa Dharma kedelapan yang berbunyi “disiplin berani dan setia.”
Disiplin merupakan hal yang sulit dilakukan oleh sebagian orang. Banyak alasan atau dalih yang membuat kita malas untuk mereset ulang kehidupan kita dan menjalankan sesuai dengan aturan-aturan berdisiplin baru. Namun, jika sudah terbiasa menerapkan disiplin dalam hidup, maka karakter kita akan terbentuk dengan sendirinya dan mengantarkan kita pada kesuksesan.
Kak Maya juga menyampaikan lantunan mahfudzhot atau peribahasa arab. Peribahasa tersebut memiliki arti waktu itu bagaikan pedang, jika kamu tidak menebasnya maka kamu yang akan ditebasnya. Artinya jika kita tidak menggunakan waktu itu dengan baik, maka waktu itu yang akan memotong masa muda dan kesempatan kita.
Selain itu, Kak Maya juga mendorong para andika untuk menerapkan disiplin ilmu dan disiplin waktu, menghargai guru, menghargai waktu dan tempat, dan menggunakan sekolah benar-benar sebagai tempat untuk menimba ilmu karena waktu tidak akan kembali lagi. Kegiatan upacara ini ditutup dengan penampilan yel-yel dari regu inti Matsasurba.