Mengungkap Keindahan Alam Sembari Belajar di PPLH Mojekerto
Kegiatan pembelajaran tidak hanya dilakakukan siswa di dalam kelas saja, tetapi juga dapat dilakukan di luar kelas sehingga siswa dapat mengenal alam sekitar dan dapat praktik secara langsung di alam terbuka. Selain itu, siswa juga bisa melakukan penyegaraan sehingga tidak merasa jenuh ketika pembelajaran kelas. Outing class merupakan perwujudan dari kegiatan pembelajaran di luar kelas. Para siswa tidak lagi merasa jenuh dan dapat praktik secara langsung dengan mengamati objek di alam sekitar.
MTs Surya Buana melaksanakan program outing class ini satu kali setiap semester. Kegiatan ini bertujuan agar mendekatkan siswa dengan lingkungan, mempermudah pemahaman materi dengan melihat realita sesungguhnya, dan menambahkan wawasan ilmu pengetahuan siswa. Program ini juga dilakukan setiap kelas dengan tema yang berdeda-beda sesuai dengan materi yang terdapat pada tiap kelas. Kegiatan ini tidak mungkin terwujud jika tidak berkat kerja sama dengan paguyuban orang tua siswa karena paguyuban tersebut yang menentukan tempat yang cocok untuk objek kegiatan.
Pada Rabu, 27 September 2023, siswa kelas 8A MTs Surya Buana melakukan kegiatan outing class ke Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman yang berlokasi di Mojokerto, Jawa Timur. Outing class kali ini berbeda dari sebelumnya, karena tidak hanya siswa dan guru pendamping saja yang mengikuti kegiatan ini, tetapi beberapa wali murid juga turut ikut dalam kegiatan. Rabu pagi seluruh siswa kelas 8A MTs Surya Buana berkumpul di samping Gedung Graha  Cakwala UM. Kemudian menaiki bus tepat pukul 07.00 WIB. Perjalanan menuju PPLH Seloliman menghabiskan waktu kurang lebih dua jam tiga puluh menit dari kota malang.
Walaupun jalan yang dilewati amat susah dan menjadikannya memakan lebih banyak waktu, tetapi semua itu terbayarkan ketika mereka telah tiba di PPLH Seloliman. Tempatnya mengusung konsep bangunan Belanda. Para siswa dibuat terpukau dengan indahnya pemandangan hutan dan diiringi suara burung yang sangat merdu membuat hati merasa lebih tenang.
Saat masuk ke pintu gerbang PPLH Seloliman, para siswa disambut dengan baik dengan pramuwisata yang mengarahkan para siswa menuju aula untuk meletakkan barang yang mereka bawa dan melakukan perkenalan pemandu, aturan permainan, serta pembagian kelompok untuk agenda yang akan dilakukan.
Agenda pertama, yakni apresiasi lingkungan. Di sini para siswa diperkenalkan dengan lingkungan sekitar, berbagai jenis tanaman, serta fungsi tanaman tersebut bagi tubuh kitaPara siswa diajak untuk mengenal bangunan-bangunan yang ada di sekitar serta mengenal prinsip dari arsitektur. Arsitektur adalah tata cara untuk meletakkan suatu bangunan dengan bangunan yang lain sehingga berfungsi sebagai satu kesatuan. Berbeda dari bangunan pada umumnya, Setiap bangunan di PPLH Seloliman ini mempunyai ciri khas, yaitu terdapat patung yang berbentuk berbagai macam hewan di atas genting yang menunjukkan identitas atau ciri khas bangunan tersebut.
Setelah mengenal lingkungan sekitar, para siswa melanjutkan agenda kedua, yakni mengenal jenis-jenis dan fungsi tanaman bagi tubuh kita. Di PPLH Seloliman ini terdapat banyak sekali jenis tanaman, diantarnya tanaman toga. Para siswa diajak untuk berkeliling sembari mengenal macam-macam jenis tanaman toga dan fungsinya bagi tubuh. Salah satu tamanan toga yang menarik perhatian, yaitu tanaman pecut kuda. Selain namanya yang sangat menarik, ternyata daun dari tanaman ini juga memiliki banyak manfaat, di antaranya dapat menjadi obat alergi, mengobati gangguan pernapasan, pilek, batuk, demam, dan gangguan pencernaan.
Selanjutnya, para siswa dipersilakan untuk beristirahat sembari makan siang dan melanjutkannya dengan salat zuhur berjamaah. Setelah cukup beristirahat, para siswa diarahkan menuju ke suatu tempat untuk bermain tubing. Namun, para siswa harus melewati arus-arus sungai yang sangat amat deras. Sembari berjalan, mereka juga diperkenalkan dengan tumbuhan-tumbuhan yang ada di sekitar sungai serta fungsinya dalam mengatur ekosistem hutan. Perjalanannya cukup jauh dan membuat para siswa merasa kelelahan. Namun, di balik rasa lelah yang dirasakan, para siswa menemukan sumber air di tengah perjalanan. Sumber air tersebut sangat jernih dan mereka mencoba untuk meminum air tersebut sehingga dapat memulihkan tenaga untuk melanjutkan perjalanan.
Jalanan yang licin membuat para siswa sulit untuk melewatinya sehingga harus berhati-hati agar tidak terjatuh. Tak terasa lokasi yang akan dituju sudah dekat, para siswa sudah terlihat begitu semangat untuk bermain tubing bersama teman-teman dan para guru. Arus yang sangat deras membuat permainan tubing ini semakin seru dan mereka memutuskan untuk membuat perlombaan. Siapa yang paling cepat dan jauh, maka ia akan menjadi pemenangnya. Selain membuat perlombaan, para siswa juga memutuskan untuk menggandengkan ban sehingga terbentuklah seperti kereta api. Para siswa terlihat sangat senang dapat bermain air dan merasakan betapa segarnya air sungai ini. Tidak lengkap jika setelah bermain air tidak memakan dan meminum yang hangat, sehingga para siswa memutuskan untuk memakan mie dan minum teh hangat sembari melihat pemandangan sekitar yang indah.
Setelah cukup bermain air, para siswa memutuskan untuk kembali ke aula PPLH Seloliman untuk mengganti baju serta salat asar berjamaah. Setelah itu, mereka berpamitan dengan bapak dan ibu PPLH Seloliman yang telah mendampingi selama kegiatan ini. Kami sangat bersyukur dapat menikmati keindahan alam semesta yang ternyata sudah terbukti di PPLH Seloliman ini.
“Seandainya kita diberi waktu lebih lama untuk berpetualang di PPLH Seloliman ini, pasti akan terasa lebih seru dan menyenangkan. Kita pasti akan merasa rindu dengan momen kebersamaan ini,” pungkas Sadewo siswa kelas 8A. (Rafif Haziq Alfarizky Kelas 8A)