Mendamaikan Diri dengan Al-Qur’an
Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang diturunkan pertama kali pada bulan suci Ramadan, tepatnya pada tanggal 17 Ramadan yang berisikan firman-firman Allah SWT. Al-Qur’an diturunkan oleh Allah sebagai pedoman hidup bagi umat manusia. Jika kita mematuhi pedoman-pedoman yang ada di dalamnya, maka khidup kita akan terjamin kedamaiannya.
Mengapa kita harus mendamaikan diri dengan Al-Qur’an? Banyak sekali keutamaan-keutamaan Al-Qur’an yang bisa membuat hidup kita tentram, di antaranya adalah Al-Qur’an bisa menjadi penawar atau obat penyembuh, Al-Qur’an bisa menjadi syafaat pada hari kiamat bagi orang yang Istiqomah membacanya, dan setiap kita membaca 1 huruf dalam Al-Qur’an maka kita akan mendapatkan 10 pahala. Begitu mudahnya kita mendapatkan pahala-pahala dengan membaca Al-Qur’an.
Selain keutamaan-keutamaan Al-Qur’an yang banyak tersebut, ada satu alasan lagi yang dapat menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber untuk mendamaikan hati, yaitu dengan istiqomah membacanya serta mempelajari kandungan-kandungan di dalamnya.
Manfaat Al-Qur’an sangat banyak bagi orang yang istiqomah membacanya mempelajari kandungan-kandungan di dalamnya, di antaranya adalah membuat hati tenang, dapat membuat hidup kita lebih terarah dengan mengamalkan ilmu yang ada di dalamnya, dan akan menurunkan hidayah serta rahmat Allah SWT kepada kita.
Setelah kita mengetahui keutamaan dan manfaat manfaat Al-Qur’an, bagaimana cara kita agar dapat menjadikan Al-Qur’an sebagai tempat kita menenangkan hati? Di antara cara-caranya adalah dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai tempat untuk memanen pahala dan mencari solusi dalam setiap masalah, menjadikan Al-Qur’an sebagai tombo ati, dan yang terakhir adalah dengan mempelajari isi-isi Al-Qur’an.
Dengan kita mempelajari, mentadabburi, dan mempelajari tafsir Al-Qur’an, kita harus menjadikan Al-Qur’an sebagai salah satu tempat untuk menenangkan hati dan menjadikan membaca Al-Qur’an sebagai salah satu hobi agar hidup kita lebih terarah dan mendapatkan hidayah atau petunjuk dari Allah SWT. (Muhammad Rasyid Al Hakim/9B)