MATSASURBA Menutup Semester Gasal dengan Kemeriahan AKSIS
Sudah menjadi sebuah tradisi bagi MATSASURBA untuk menggelar AKSIS (Ajang Kreativitas Siswa) saat berakhirnya pembelajaran semester gasal. Pagelaran kreativitas itu merupakan sebuah wadah dan kesempatan bagi para siswa menunjukkan kebolehannya. Digelar pada 17 Desember 2022, AKSIS kali ini memiliki konsep yang berbeda dari AKSIS empat tahun yang lalu. Jika AKSIS sebelumnya menyuguhkan penampilan dari bakat minat dan ekstrakurikuler MATSASURBA, AKSIS kali ini kembali hadir setelah pandemi dengan tidak hanya menyuguhkan penampilan bakat minat dan ekstrakurikuler, tetapi juga ada penampilan dari masing-masing kelas 9. Alhasil, AKSIS tahun 2022 tersebut menjadi event yang mewadahi persembahan terakhir dari para siswa kelas 9.
Dipandu oleh Nouha Hanuna dan Kalila Rabbani dari kelas 9E sebagai MC, AKSIS berjalan dengan sangat meriah. Berbagai penampilan dapat dinikmati oleh seluruh siswa dan orang tua MATSASURBA. Penampilan-penampilan tersebut ada yang berupa drama musikal, drama pendek, musikalisasi puisi dan tari, kreasi baris-berbaris bahkan live action.
Kelas 9A memilih kreasi baris-berbaris diiringi musik untuk disuguhkan ke audiens. Siswa-siswa kelas 9A bahkan memakai kostum layaknya pemain drum band berwarna serba putih. Berbeda dengan kelas 9A, kelas putra yang lain, yakni 9B, menampilkan sebuah drama inspiratif sekaligus menyanyi secara live. Sementara itu, kelas putri menampilkan tarian dan drama. Kelas 9C menampilkan sebuah drama musikal yang dihiasi dengan pembacaan puisi pula. Kelas 9D berbeda lagi, mereka menampilkan sebuah drama Malin Kundang yang dibalut dengan musikal. Bahkan penataan panggung dan acting siswa berhasil menyedot perhatian audiens. Lain halnya dengan kelas 9E, mereka menampilkan Tari Saman yang disuguhkan di awal acara sebagai tarian penyambut tamu.
Penampilan dari bakmin dan ekskul pun beragam. Siswa bakmin karawitan diharuskan stand by dari awal hingga pertengahan acara untuk mengisi transisi dari penampilan satu ke penampilan yang lain. Tidak hanya karawitan, bakmin paduan suara dan band juga menyuguhkan beberapa lagu. Bakmin English Club memilih drama sebagai benuk performansi mereka. Beralih dari penampilan musik dan drama, ada pula penampilan live action dari bakmin bidang olahraga, antara lain Tapak Suci dan Panahan. Para siswa tapak suci menampilkan berbagai jurus, baik itu seni tunggal maupun seni ganda dan regu. Siswa panahan pun demikian, didampingi oleh pembinanya, mereka unjuk kebolehan mereka dalam hal memanah. Ada yang memanah secara beregu, ada pula yang solo. Mereka semua memanah dari jarak yang beragam yang sudah ditentukan oleh pembina. Penampilan live action itu sukses membuat audiens turut menahan napas karena tegang. Saat mereka berhasil, sorak sorai penonton terdengar membahana di seluruh gedung Sasana Budaya. Sementara itu, penampilan dari ekskul PMR dan Pramuka berbeda. PMR menampilkan sebuah drama edukatif tentang kesiapsiagaan bencana, sedangkan Pramuka menampilkan kreasi formasi baris-berbaris, yel-yel, dan diselingi dengan atraksi dari anggotanya.
Selain berisi berbagai penampilan, digelar pula prestasi siswa dalam akademik dan nonakademik. Para siswa yang menyabet prestasi tersebut mendapatkan penghargaan trofi dari MATSASURBA. Raut bangga terlihat dari wajah mereka.
Berlangsung mulai pukul 07.00 sampai pukul 13.00 WIB, AKSIS MATSASURBA setelah vakum tiga tahun tersebut terbilang sukses. “Meskipun capek, tapi seneng karena ini penampilan terakhir dari kelas 9,†ujar salah satu siswa kelas 9. Harapan ke depannya, AKSIS akan tetap selalu digelar dengan konsep yang lebih baik setiap tahunnya agar siswa dapat menampilkan kreativitas mereka dengan maksimal. (Khurin Wardani)