Matsasurba Melaksanakan Program ANBK Tahun 2023
Asesmen Nasional Berbasis Komputer atau dikenal dengan istilah ANBK merupakan program penilaian mutu sekolah/madrasah, serta kesetaraan pada satuan pendidikan tingkat dasar dan menegah yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. ANBK dilaksanakan oleh seluruh satuan pendidikan yang terdaftar dalam pangkalan data Dapodik atau EMIS dan memiliki NPSN yang valid. Tujuan dari penyelenggaraan program ini adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta pengajaran di satuan pendidikan.
Pada Senin – Selasa, 16 – 17 Oktober 2023, MTs Surya Buana menyelenggarakan ANBK yang meliputi asesmen literasi, asesmen numerasi, survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Peserta didik yang mengikuti ANBK dipilih dan ditetapkan secara acak oleh pusat sebanyak 45 peserta didik dari kelas VIII. Siswa yang tidak terpilih oleh sistem tetap mengerjakan asesmen literasi dan numerasi yang disusun oleh madrasah. Kegiatan ANBK dibagi menjadi dua sesi, yakni sesi pertama yang diikuti oleh peserta didik putri, sedangkan sesi kedua diikuti oleh peserta didik putra.
Hari pertama ANBK dimulai dengan melaksanakan kegiatan ibadah rutin pagi yaitu mengaji, sholat duha, pembacaan zikir pagi, dan Cerita Inspirasi Pagi (CIP). Selanjutnya, sesi satu dimulai dengan mengerjakan asesmen literasi membaca selama 90 menit dan survei karakter selama 10 menit. Sesi kedua dimulai 30 menit setelah sesi satu berakhir dengan runtutan jadwal yang sama. Pada asesmen literasi, kompetensi yang diharapkan adalah kemampuan dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai jenis teks tertulis. Harapannya, kompetensi tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan kapasitas individu agar berkontribusi secara produktif dalam bermasyarakat. Di samping itu, survey karakter bertujuan untuk mengetahui kondisi ekosistem belajar, sejauh mana implementasi Pancasila, sehat atau tidaknya level toleransi, serta ada atau tidaknya bullying di lingkungan sekolah.
Rangkaian kegiatan hari kedua tidak jauh berbeda dengan hari pertama. Namun, yang diujikan adalah asesmen numerasi selama 90 menit dan survei lingkungan belajar selama 10 menit. Pada asesmen numerasi, kompetensi yang diharapkan adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika guna menyelesaikan masalah sehari-hari terkait dengan konteks yang relevan. Survei lingkungan belajar bertujuan untuk mengetahui kualitas pembelajaran, praktik kegiatan pembelajaran, kepemiminan instruksional, iklim keamanan, iklim kebinekaan, dukungan kesetaraan gender, iklim inklusi, dukungan dan partisipasi orang tua dan peserta didik, serta latar belakang sosial-ekonomi peserta didik.
Selama ANBK berlangsung, peserta didik tampak mengerjakan dengan serius dan khidmat menggunakan komputer maupun laptop. Dengan dilaksanakannya kegiatan ANBK ini, diharapkan seluruh peserta didik termotivasi untuk terus meningkatkan semangat belajar literasi dan numerasi, serta membangun karakter dan lingkungan belajar yang baik. (Elyta Dia Cahyanti)