
MATSAMA sebagai Sarana Membuat Siswa Nyaman di Lingkungan Sekolah yang Baru
Dalam menyambut kehadiran siswa baru, setiap lembaga pendidikan tentu menyelenggarakan agenda penyambutan yang berkesan. Jika di lingkungan sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Nasional kita mengenalnya dengan sebutan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah), maka di lingkungan madrasah di bawah naungan Kementerian Agama, kita menyebutnya dengan istilah MATSAMA (Masa Taaruf Siswa Madrasah). Pada tahun pelajaran 2023/2024 ini, Kemenag menerbitkan panduan pelaksanaan MATSAMA yang berisi tentang materi esensial yang harus dikenalkan kepada siswa, jenis kegiatan, dan waktu pelaksanaan. Berdasarkan panduan tersebut, seluruh madrasah dapat mengolah dan merancang kegiatan MATSAMA di lingkungan masing-masing. MTs Surya Buana memilih untuk memanfaatkan 3 hari dalam sepekan untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut, yakni pada tanggal 17, 18, dan 20 Juli 2023.
Pada hari pertama, para siswa baru Matsasurba telah diajak untuk melaksanakan rutinitas pagi, yakni murojaah bersama juz 30, salat duha berjamaah, dan menyimak Cerita Inspirasi Pagi (CIP). Seusai itu, baru dilaksanakan pembukaan MATSAMA oleh Bapak Akhmad Riyadi, S.Si., S.Pd., M.Pd. selaku kepala madrasah dan taaruf antara siswa baru dengan bapak ibu guru Matsasurba. Pada hari pertama ini pula, seluruh siswa baru membentuk pengurus dan tata tertib kelas bersama wali kelas masing-masing.
Selanjutnya, pada hari kedua, diisi dengan placement test bersama para ustazah Ummi, penyampaian materi, dan outbond. Placement test dilaksanakan dengan tujuan membentuk kelas kecil berdasarkan kemampuan mengaji agar pengajaran tilawah lebih efektif. Sementara itu, materi yang disampaikan pada hari kedua adalah tentang sejarah dan sepak terjang Surya Buana oleh Bapak Akhmad Riyadi; tentang rutinitas kegiatan pembelajaran di Matsasurba dan cara menyiapkan diri oleh Ibu Novi Ayu Lestari N., S.Pd., M.Pd. selaku Waka Kurikulum; dan materi terakhir tentang moderasi beragama dengan subtema Anti Kekerasan dalam Memperjuangkan Kebenaran dan Keyakinan yang disampaikan oleh Ustaz Fatih Ihsani. Tidak hanya berkegiatan di aula, para siswa baru Matsasurba juga melaksanakan outbond yang telah dirancang oleh panitia Matsama dan pengurus OSIS. Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan depan Matsasurba. Tentunya melalui kegiatan ini para siswa baru bisa membentuk bond dengan satu sama lain.
Pada hari terakhir, siswa baru Matsasurba disuguhkan dengan penampilan dari ekstrakurikuler Matsasruba, yakni ekskul PMR dengan pertunjukan drama kepalangmerahan, dan ekskul Pramuka dengan step dance. Setelah menyaksikan penampilan-penampilan yang membuat terkesima itu, mereka taaruf dengan para pengurus organisasi (OSIS, PMR, dan Pramuka). Selanjutnya, saat siang hari mereka kembali ke aula untuk kegiatan selanjutnya, yakni sosialisasi tata tertib dan kultur Matsasurba dari Bapak Farihul Muflihin, S.Pd., sebagai Waka Kesiswaan; dan materi terakhir tentang pencegahan dan penanganan kekerasan fisik dan psikis oleh Ibu Jihan Safitri, S.Psi. selaku guru BK. Kegiatan MATSAMA diakhiri pada sore hari dengan penutupan dan membagikan hadiah outbond. Dengan adanya MATSAMA ini diharapkan para siswa baru mulai mengenali budaya dan lingkungan Matsasurba sehingga mereka dapat belajar di dengan nyaman dan bahagia. (Khurin Wardani Fitroti)