
Luar Biasa! Matsasurba Raih Nilai AKMI Terbaik ke-2 Nasional
Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) merupakan salah satu bentuk tes tulis yang diberikan kepada siswa mencakup empat kemampuan literasi, yakni literasi membaca, numerasi, sains, dan sosial budaya serta karakter. Pada satuan pendidikan tingkat MTs, kegiatan AKMI dilaksanakan pada jenjang kelas 8.
Pada tanggal 18 dan 19 September 2024, MTs Surya Buana menyelenggarakan Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 8 sebanyak 78 orang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur kompetensi literasi dan karakter siswa, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan kemampuan dasar siswa dalam berbagai aspek.
AKMI dilaksanakan selama dua hari dengan materi asesmen yang berbeda setiap harinya. Pada hari pertama, siswa mengikuti asesmen literasi membaca dan literasi numerasi. Hari kedua dilanjutkan dengan asesmen literasi sains, literasi sosial budaya, serta survei karakter SiCerdik. Semua tes tersebut bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami bacaan, memecahkan masalah matematis, mengenal konsep ilmiah, serta memahami aspek sosial budaya dan karakter.
Untuk kelancaran pelaksanaan, siswa dibagi menjadi dua sesi setiap harinya. Sesi pertama diikuti oleh siswa putra, sementara sesi kedua diikuti oleh siswa putri. Setiap sesi dilaksanakan menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) dengan perangkat laptop milik siswa sehingga proses asesmen berjalan lebih efektif dan efisien.
Sebelum asesmen dimulai, kepala madrasah memberikan pengarahan khusus kepada seluruh siswa. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya kesungguhan dalam mengerjakan soal-soal AKMI, serta mengimbau siswa untuk membaca soal dengan teliti demi memperoleh hasil yang optimal. Dengan adanya pengarahan tersebut, siswa diharapkan dapat menjalani asesmen dengan lebih percaya diri dan mampu menunjukkan kompetensi terbaiknya.
Pelaksanaan AKMI di MTs Surya Buana ini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan siswa agar memiliki kompetensi dasar yang lebih kuat, khususnya dalam literasi dan karakter. Diharapkan hasil asesmen ini dapat menjadi dasar untuk perbaikan proses pembelajaran di madrasah sehingga MTs Surya Buana dapat terus menghasilkan siswa yang unggul dan berkarakter.
Usaha yang dilakukan siswa ternyata tidak berujung sia-sia. Setelah AKMI selesai dilaksanakan, nama MTs Surya Buana meraih penghargaan Nilai Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) Terbaik ke-2 Nasional Tahun 2024 dan Menjadi Narasumber dalam Seminar Nasional Diseminasi Hasil AKMI Tahun 2024 di Jakarta. Kegiatan tersebut juga ditayangkan pada live Youtube Madrasah Reform dan Pendis Channel.
Sebelumnya, pihak Kemenag melakukan visitasi dan validasi data dengan cara menggali data program literasi di MTs Surya Buana. Karena memperoleh penghargaan tersebut, MTs Surya Buana menjadi narasumber Seminar Nasional Diseminasi Hasil AKMI 2024 di Jakarta. Bapak Akhmad Riyadi, Kepala MTs Surya Buana, menghadiri kegiatan tersebut pada 14–17 Oktober 2024. Seminar tersebut mengundang beberapa elemen, seperti narasumber dan peserta yang terdiri dari guru, kepala madrasah, dan penulis soal AKMI. Adapun salah satu kegiatannya adalah pemaparan best practice yang mempresentasikan program atau praktik baik di MTs Surya Buana sebagai salah satu peraih nilai AKMI terbaik ke-2 se-Indonesia.
Dalam kesempatan ini kepala madrasah memaparkan program unggulan mulai dari kegiatan intrakurikuler atau kegiatan belajar mengajar (KBM) yang didesain dalam bentuk pembelajaran bermakna berbasis literasi, kegiatan kokurikuler berupa Cerita Inspirasi Pagi (CIP), Gerakan Literasi Matsasurba (Galisba), Pohon Literasi, Review Film pada momen Peringatan Hari Besar Nasional atau Keagamaan, serta program ekstrakurikuler yang menunjang kemampuan literasi siswa, seperti Public Speaking dan Jurnalistik, English Club, Musik, dan Karawitan.
Dengan diraihnya penghargaan tersebut, harapan ke depannya budaya literasi dapat terus ditingkatkan oleh seluruh warga MTs Surya Buana sesuai dengan tagline “Cerdas Berliterasi dan Berkarakter Qur’ani”. (Novi Ayu Lestari Ningtiyas dan Fika Aghnia Rahma)