KKM (Kalkulator Kalori Matsasurba): Produk Proyek Integrasi Sains
Proyek integrasi merupakan sebuah inovasi pendekatan pembelajaran di MTs Surya Buana yang mengajarkan siswa menghadapi kehidupan abad ke-21. Melalui pembelajaran Proyek Integrasi siswa diharapkan mempunyai pengalaman pembelajaran melalui inkuiri sebagai kerja kolaboratif untuk meneliti dan membuat proyek yang mencerminkan pengetahuan yang siswa miliki. Keterampilan penguasaan teknologi, menjadi komunikator yang baik, dan menjadi pemecah masalah merupakan manfaat yang diperoleh siswa dari pendekatan pembelajaran proyek ini.
Pembelajaran Proyek Integrasi di Matsasurba dilaksanakan dengan pola integrasi antarmata pelajaran. Program yang lebih dikenal dengan sebutan PI ini sudah digalakkan oleh Matsasurba lebih dari 4 tahun yang lalu. Ada 4 kelompok proyek integrasi yang dikembangkan, yakni Proyek Bahasa (integrasi mata pelajaran B. Indonesia, B. Inggris, dan Bahasa Jawa), Proyek Sosial (integrasi mata pelajaran IPS, PPKN, Seni Budaya, dan BK), Proyek Agama (integrasi mata pelajaran Fikih, Akidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, dan B. Arab), dan Proyek Sains (Integrasi mata pelajaran IPA, Matematika, PJOK, TIK, dan KIR).
Proyek Integrasi Sains diajarkan dengan pendekatan pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art and Mathematics) berbasis PjBL (Project Based Learning). STEAM berbasis PjBL merupakan strategi pembelajaran berbasis proyek dengan menggabungkan unsur sains, teknologi, mesin, seni, dan matematika dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran integrasi sains ini dapat mengembangkan kemampuan dan keterampilan anak dalam memecahkan masalah.
Banyak sekali permasalahan kesehatan yang kini terjadi di kehidupan masyarakat. Salah satunya yang sangat komplek adalah kelebihan kalori yang bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti memicu obesitas, stroke, hingga penyakit jantung. Di sisi lain, efek kekurangan kalori juga bisa membuat tubuh lemas, mual, sembelit, diare, bahkan menimbulkan masalah pada batu empedu. Dari permasalahan tersebut, melalui pembelajaran proyek integrasi, siswa Matsasurba Kelas 8 menghasilkan produk kreatif yang disebut dengan Kalkulator Kalori.
Kalkulator Kalori adalah alat yang digunakan untuk mengetahui banyaknya asupan kalori yang dibutuhkan seseorang. Hasil perhitungannya dapat digunakan sebagai salah satu acuan untuk mengontrol asupan kalori per hari. Kebutuhan kalori harian setiap orang pasti berbeda-beda bergantung pada beberapa faktor. Oleh karena itu, kita harus mengetahui kebutuhan kalori per hari untuk bisa mengatur asupan yang dikonsumsi. Dengan demikian, kita bisa menjaga kesehatan hingga mendapatkan berat badan ideal.
Dengan kalkulator kalori yang dibuat kelas 8 melalui pembelajaran proyek integrasi, kita tidak perlu bingung menghitung menggunakan rumus perhitungan kalori. Hasil perhitungan disesuaikan dengan semua informasi yang dimasukkan, mulai dari jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, dan aktivitas fisik harian yang dilakukan. Selanjutnya, kita bisa mengetahui berapa kebutuhan kalori harian yang harus dikonsumsi atau dipenuhi.
Kalkulator kalori dikembangkan siswa secara kolaboratif dalam kelompok menggunakan perangkat laptop dan memanfaatkan aplikasi Scratch. Kalkulator ini dikerjakan siswa selama 4 kali pertemuan atau 8 jam pelajaran. Pertemuan pertama diawali dengan kegiatan tahap reflection dan research. Siswa mengidentifikasi pengetahuan awal mereka tentang kebutuhan kalori individu dan faktor yang memengaruhinya, termasuk cara menghitung Body Mass Index (BMI) dan Basal Metabolic Rate (BMR) menggunakan rumus. Metode yang telah digunakan oleh guru dalam kegiatan ini adalah diskusi, tanya jawab, mengerjakan LKPD, serta menjelaskan petunjuk teknis pengembangan produk. Melalui diskusi ini, siswa diajak berpikir kritis bahwa perhitungan kalori dengan rumus BMI dan BMR sangatlah rumit dan panjang sehingga dengan kondisi ini siswa akan merasa bahwa kita membutuhkan sebuah teknologi untuk menghitung kebutuhan kalori tubuh individu yang lebih mudah dan efektif.
Pada pertemuan kedua, siswa melakukan kegiatan tahap discovery. Pada tahap ini siswa menyusun blok kode pada aplikasi Scratch. Blok kode disusun oleh siswa secara mandiri dan kreatif dengan memasukkan beberapa variabel yang dianalisis pada pertemuan sebelumnya. Guru memberikan arahan dan pilihan dalam mengambil keputusan yang benar. Uji coba kalkulator yang dikembangkan dilaksanakan untuk menghitung kebutuhan kalori semua anggota kelompoknya.
Dengan terciptanya kalkulator kalori melalui pembelajaran Proyek Integrasi, siswa diajarkan untuk selalu siap dalam menghadapi problem kehidupan di kemudian hari. Pembelajaran ini melatih siswa cara berpikir kritis dan memecahkan masalah dalam kehidupan. Keterampilan tersebut yang nantinya dapat digunakan sepanjang masa untuk membantu mereka melewati kehidupan dan memanfaatkan peluang kapan pun dibutuhkan. (Novi Ayu L.N.)