Gorengan Itu Sebenarnya Sehat atau Tidak Sih?
Gorengan adalah salah satu makanan ringan favorit masyarakat Indonesia. Gorengan diolah dengan cara menggoreng bahan yang telah dicampur dengan adonan ke dalam minyak. Masyarakat Indonesia sebagian besar menggunakan minyak goreng untuk mengolah makanan baik untuk lauk maupun makanan kecil. Maka dari itu, tidak jarang para ibu berebut untuk membeli minyak goreng di pasar atau minimarket.
Tapi, apakah kamu tahu? Ternyata dibalik kenikmatan dan tampilannya yang menggoda itu, gorengan memiliki dampak yang kurang baik bagi tubuh. Salah satunya adalah kolesterol tinggi. Gorengan mengandung kadar minyak yang sangat tinggi. Saat kamu membeli gorengan di pinggir jalan, seringkali minyak yang digunakan sangat berlebihan dan kita tidak tahu sudah berapa kali minyak tersebut digunakan untuk menggoreng. Minyak yang banyak ini mengindikasikan gorengan mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang sangat tinggi sehingga dapat meningkatkan risiko kolesterol. Bahkan, ternyata penggunaan minyak yang rusak dapat membentuk radikal bebas. Minyak akan mengalami oksidasi dan membentuk zat sisa yang dapat merusak sel tubuh dan meningkatkan risiko sejumlah penyakit kronis.
Selain kolesterol tinggi, gorengan juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker. Zat berbahaya yang terdapat di dalam gorengan adalah akrilamida. Sebuah studi dalam International Journal of Cancer menemukan bahwa kandungan zat akrilamida yang tinggi dapat memicu munculnya kanker. Gorengan juga dapat meningkatkan risiko terkena diabetes. Gorengan mengandung kalori yang sangat tinggi sehingga memicu kenaikan gula darah. Menurut penelitian yang tayang di American Journal of Clinical Nutrition, makan 4-6 porsi gorengan bisa meningkatkan risiko diabetes hingga 39 persen. Penelitian lain oleh Harvard School of Public Health pun menunjukkan hasil serupa. Konsumsi gorengan seminggu sekali dapat meningkatkan risiko diabetes melitus tipe 2 dan penyakit jantung. Risiko ini meningkat seiring jumlah gorengan yang dikonsumsi.
Namun, penelitian terbaru menyatakan kalau memakan makanan gorengan ternyata bisa bersifat menyehatkan. Rupanya makanan gorengan bisa jadi konsumsi yang menyehatkan jika minyak yang digunakan untuk menggoreng adalah jenis minyak sayur. Minyak sayur sendiri terbuat dari tanaman, seperti bunga matahari, jagung, kedelai, dan tumbuhan lainnya. Minyak ini dianggap jauh lebih menyehatkan daripada minyak yang dibuat dari lemak binatang sekaligus lebih murah daripada minyak zaitun. Menurut peneliti dari University of Missouri, asupan harian minyak sayur sebanyak empat sendok makan sangat dianjurkan untuk melindungi jantung. Peneliti juga menyampaikan kalau minyak sayur mengandung asam lemak omega-6 yang mampu menurunkan kadar kolesterol dan mengurangi risiko penyakit jantung. Hasil penelitian tersebut pun kemudian dilaporkan dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics.
Sebelumnya, memang banyak penelitian yang menyebutkan bahwa mengonsumsi makanan gorengan mampu memicu inflamasi, menurunkan sistem imun, dan menyebabkan tubuh mudah terserang penyakit. Akan tetapi peneliti menegaskan kalau inflamasi tersebut kebanyakan disebabkan oleh minyak goreng yang digunakan terbuat dari lemak binatang. Oleh sebab itu, peneliti menyarankan agar minyak yang digunakan untuk menggoreng sebaiknya adalah minyak sayur.
Nah, sekarang sudah tahu kan dampak baik dan buruk mengkonsumsi gorengan? Sebenarnya, boleh-boleh saja kita mengonsumsi gorengan, tetapi tetap harus dengan takaran saji dan bahan yang tepat supaya gorengan dapat menjadi makanan ringan yang menyehatkan. (Najla Miloveva – Siswa MTs Surya Buana)