Gebyar Seni MATSASURBA Berkarya
Malang Kota - MTs Surya Buana mempunyai cara tersendiri dalam menyalurkan bakat minat para siswanya. Selain pembinaan rutin, madrasah yang mengusung motto pembelajaran menyenang, mengasikkan, dan mencerdaskan itu mewadahi kreativitas para siswanya dalam bentuk Gebyar Seni. Gebyar seni yang diselenggarakan pada tanggal 15 Desember 2016 itu dibarengkan dengan penerimaan rapor Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017. Bertempat di gedung Sasana Budaya Universitas Negeri Malang, dengan tema “MATSASURBA BERKARYA” kegiatan itu dikemas dengan sangat menarik.
MATSASURBA sendiri merupakan sebutan untuk Madrasah Tsanawiyah Surya Buana. Kegiatan hari itu bukan hanya menampilkan kreativitas siswa dalam bidang seni, seluruh program bakat minat siswa yang ada di madrasah juga ditampilkan. Seperti public speaking, tapak suci, animasi dan yang lainnya. Karya anak dalam bentuk lukisan juga ditampilkan dalam bentuk pajangan yang menghiasi pintu masuk gedung, sehingga menambah kemeriahan acara tersebut.
Kegiatan diawali dengan parade Guru/Karyawan MTs Surya Buana memasuki ruangan pentas. Acara dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama. Setelah itu pembukaan oleh Qonita dan Audi yang merupakan MC pada acara tersebut. Kemudian disambung dengan Tahfid Quran Tematik (TQT) yang dibawakan oleh para siswa MTs Surya Buana sekaligus santri Pondok Pesantren Surya Buana. TQT merupakan salah satu metode menghafal Alquran berdasarkan tema tertentu. Kelebihan dari metode ini selain siswa lebih mudah menghafal, mereka juga tahu ayat yang dihafalkan terdapat dalam surat apa, ayat berapa dan paham tentang kandungannya. Kelompok yang terdiri dari 10 siswa itu membawakan surat Lukman dengan sempurna. Untuk menguji seberapa baik hafalan mereka, wali murid diberi kesempatan untuk memberikan pertanyaan. Seperti yang ditanyakan oleh salah ibu orang tua siswa. “Tolong bacakan surat Lukman ayat 17 dan sebutkan kata kuncinya”, tanya salah satu wali murid. Siswa yang ditunjuk pun melantumkan ayat tersebut dengan sempurna.
Usai penampilan TQT dilanjutkan dengan sambutan Kepala MTS Surya Buana, Akhmad Riyadi, S.Si, S.Pd, M.Pd. Ia menyampaikan bahwa pembinaan siswa di MTS Surya Buana dengan menyeimbangkan pembinaan akademik dan akhlak. “Siswa MTS Surya Buana dididik bukan hanya cerdas dalam segi intelektual, tapi juga pembinaan akhlak dan spiritual. Dari segi akhlak dan spiritual setiap hari ketika siswa datang sudah ada Bapak/Ibu guru yang menyambut dengan salaman dan senyum. Kemudian anak-anak masuk ke ruang kelas bukan langsung pelajaran, tapi mengaji dan hafalan terlebih dahulu dengan didampingi wali kelas. Dengan harapan anak-anak bisa menjadikan Alquran sebagai pedoman hidupnya, menjadikan Alquran sebagai petunjuk dalam melaksanakan aktivitas setiap hari. Kemudian sebelum istirahat siswa diajak untuk salat duha 8 rakaat, salat duhur dan ashar berjamaah. Setiap hari sabtu ada try out, dan kegiatan bakat minat,” katanya.
Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa Prestasi MTS Surya Buana sangat membanggakan. “Dalam bidang akademik siswa MTS Surya Buana bisa berprestasi di ajang olimpiade. Ouput lulusannya bisa diterima di sekolah/madrasah favorit baik di kota malang atau diluar kota Malang. Dalam bidang penelitian, anak-anak bisa berprestasi sampai tingkat Internasional. Bisa meraih medali emas di Kroasia, Malaysia, Hongkong, Thailand, dan Taiwan,” ungkapnya.
Tidak lupa Bapak dua anak tersebut juga menyampaikan kepada Orangtua siswa agar melihat putra/putrinya dari sisi kelebihannya. “Hari ini Bapak/Ibu selain melihat penampilan putra/putrinya, juga akan menerima rapor semester. Rapor semester merupakan laporan hasil belajar anak-anak selama 1 semester, tentunya selain rapor bulanan. Pesan kami apapun yang diperoleh oleh putra/putri Bapak/Ibu dalam rapor, kita harus memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya, itulah yang sudah dilakukan oleh putra/putri Bapak/Ibu. Kalau ada anak yang nilainya kurang dari sisi akademik, jangan langsung dimarahi, tapi diajak diskusi. Carilah kelebihannya. Marilah melihat anak-anak dari segi kelebihannya,“ ajaknya.
Setelah sambutan Kepala Madrasah, kemudian dilanjutkan dengan antraksi pencak silat tapak suci. Para siswa yang tergabung dalam bakat minat asuhan Pak Rahman memperagakan beberapa jurus yaitu jurus tangan kosong dan jurus merpati. Jurus merpati merupakan satu dari delapan jurus nasional pencak silat tapak suci. Tidak lupa Jurus kipas pun diperagakan. Jurus kipas adalah jurus yang lembut. “Dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah,” Komentar Fifin Endriana, S.Pd, pembaca narasi yang mengiringi para siswa memperagakan jurus tersebut.
Sementara Direktur Perguruan Surya Buana, Drs. H. Abdul Djalil, M.Ag dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa Prestasi anak-anak di MTs Surya Buana semakin meningkat. “MTs Surya Buana tidak hanya meningkatkan prestasi siswa dalam bidang akademik namun juga non akademik, untuk itu dengan gebyar seni ini diselenggarakan agar dapat meningkatkan prestasi siswa di bidang non akademik. Prestasi anak-anak dapat dilihat semua. Kalau sudah baik, alhamdulillah, berarti sesuai dengan apa yang Bapak/Ibu harapkan. Tapi sebaliknya, kalau rapornya tidak memenuhi harapan, Bapak/Ibu jangan kecewa, jangan menyalahkan anaknya, tapi kita harus mawas diri,“ katanya.
Ia juga mengingatkan kepada semua yang hadir untuk memperbanyak membaca Alquran. “Kita ini oleh Allah SWT diberikan kesempatan sehari semalam 24 jam, sekarang untuk mengaji berapa menit. Padahal Alquran merupakan pedoman hidup. Sebaiknya, paling sedikit satu hari kita membaca Alquran satu Juz. Kalau tidak bisa pagi, bisa siang. Tidak bisa siang, bisa sore. Tidak bisa sore, bisa malam hari. Alquran sebagai pedoman hidup harus dibaca banyak-banyak. Kita beri pengertian kepada anak-anak ini sebagai bekalnya orang meninggal dunia. Di akhirat itu lebih kekal, lebih abadi bila dibandingkan hidup di dunia,“ sambung Bapak yang biasa diapanggil dengan Abah Djalil tersebut.
Beliau juga mengajak para orangtua untuk memperhatikan kebiasaannya yang ada di rumah. “Setelah libur ini, Bapak/Ibu harus memberikan keterampilan yang tidak sama dengan keterampilan yang ada di madrasah. Anak-anak setiap sabtu diberi kesempatan untuk mengembangkan bakat minatnya. Dilihat seninya bagaimana, olahraganya seperti apa. Keterampilan, akhlaknya juga harus diperhatikan. Itu bagi orang yang tahu, itu bekal nanti anak-anak ketika dewasa. Tapi kalau sekarang anak-anak hanya main HP terus, akhirnya masa mudanya hilang. Oleh karena itu, waktu libur nanti tolong diperhatikan yang rapornya kurang, diperhatikan oleh orangtuanya. Jadi itu memang tanggung jawab orang tua. Sekarang ini kita padukan. Bagaimana hasilnya dari rapor itu,“ ajaknya.
Di penghujung sambutannya Bapak peraih UIN award tersebut menyampaikan bahwa orangtua harus menjadi contoh yang baik untuk putra/putrinya. “Pada waktu liburan, disamping memperhatikan bagaimana ibadahnya, salatnya. Bapak/Ibu menjadi suri tauladan, harus mengajak putra/putrinya. Apapun harus ditinggal ketika waktunya salat, orang tua harus mengajak salat berjamaah. Salat duhanya walaupun libur di sekolah, di rumah harus tetap dilaksanakan. Mengajinya dilanjutkan. Jadi pada waktu libur ini menjadi tanggung jawab orang tua. Jangan dibiarkan tidak ada program sama sekali. Disamping itu Bapak/Ibu harus menugaskan putra/putrinya membantu orang tua. Bapak/Ibu orang tua siswa bisa diskusi dengan wali kelas masing-masing. Dicari solusinya,“ ungkapnya.
Setelah itu dilanjutkan dengan penampilan siswa bakat minat animasi. Bakat minat animasi MTs Surya Buana diajarkan cara membuat film animasi dan stop motion, desain grafis, dan tidak itu saja, anak-anak diajarkan membuat game berbasis edukatif dengan software-software pendukung. Gebyar Seni MTS Surya Buana selain menampilkan antraksi pencak silat, ditampilkan juga berbagai antraksi diantaranya musik budaya daerah, grup band, english club, paduan suara, orkestra, dan panahan.
Sementara pembina Yayasan Bahana Cita Persada Malang, Dra. Hj. Sri Istuti Mamik, M.Ag dihadapan wali murid berkomitmen mencetak lulusan berakhlak mulai. “Bagaimana kita melaksanakan kerjasama dalam rangka mewujudkan cita-cita mulia yang sudah diemban oleh Perguruan Surya Buana, yang tercantum dalam visi. Visi itu tujuan agung. Tidak semudah apa yang kita katakan umtuk mencapainya. Tidak mungkin tercapai dalam waktu singkat. Tetapi tidak mustahil itu bisa tercapai. Namun perlu kerjasama yang intensif antara pihak sekolah, dan pihak keluarga yang menitipkan putra-putrinya ke sekolah. Tentunya sebagai pendiri Perguruan Surya Buana, kami ber empat, Dra. Hj. Sri. Istuti Mamik, M.Ag, Drs. H. Abdul Djalil Z, M.Ag, Dr. H. Subanji, M.Si, dan Dr. Elvin Fajrul Jaya Saputra, sejak awal sudah memiliki cita-cita luhur yang tidak mudah untuk dicapai. Untuk mencapai itu tidak sedikit kendala, namun kendala-kendala itu tidaklah kami anggap sebagai sebuah hambatan dalam pencapaian tujuan kami. Untuk itu pula, Yayasan Bahana Cita Persada Malang setiap bulan mengadakan penilaian terhadap tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang ada. Baik dalam hal kepemimpinan yang dilakukan oleh mereka, prakarsa apa yang sudah dilakukan, bagaimana dengan kedisiplinannya, bagaimana loyalitas mereka terhadap lembaga yang itu merupakan loyalitas mereka terhadap Allah SWT. Bagaimana prestasi yang sudah mereka capai,“ katanya.
Lebih lanjut Ibu yang juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Modern Surya Buana itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang sudah bekerjasama dengan baik. “Bahwa kesempatan kali ini bukan hanya merupakan sebuah laporan pelaksanaan tugas dalam mendidik anak-anak yang dititipkan di lembaga ini saja, tapi sekaligus melaporkan bagaimana kinerja guru/karyawan yang ada. Suatu contoh dalam mengadakan acara seperti ini, ini merupakan sebuah contoh guru/karyawan kompak berkolaborasi didalam merancang semua, sehingga pada waktunya bisa dilaksanakan seperti ini. Tanpa ada kesanggupan kerjasama dari semuanya. Kerjasama pihak intern dengan ekstern juga sangat penting. Hal itu tidak mungkin bisa terjadi tanpa adanya koordinasi yang bagus. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini, perkenankan saya selaku pembina yayasan menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tinginya kepada segenap panitia, guru/karyawan dan orang tua siswa,“ sambungnya.
Beliau juga mengajak hadirin yang hadir untuk bekerjasama mewujudkan pembangunan Masjid. “Kami tidak hanya membina dalam bidang akademik, tapi di bidang non akademik juga sangat kami utamakan. Karena itu merupakan hal yang sangat penting untuk bekal hidup mereka. Kami juga sudah membuka lahan yang kami upayakan untuk membangun masjid. Yang kami sebut Masjid Al Zuhri. Nama itu dalam rangka mengabadikan sosok bapak yang handal di Perguruan Surya Buana yaitu Bapak KH. Drs. Abdul Djalil Zuhri, M.Ag. Kami memberikan kesempatan kepada Bapak/Ibu untuk membantu mewujudkan pembangunan Masjid Al Zuhri. Oleh karena itu, perkenankan kami mohon kepada Bapak/Ibu semua agar meyisihkan sedikit rezeki untuk dimanfaatkan dalam pembagunan masjid tersebut. Demikian harapan kami semoga Bapak/Ibu semuanya berkenan untuk ikut serta mewujudkan pembangunan Masjid khususnya dan pembangunan Surya Buana pada umumnya. Selamat menerima laporan akademik dari putra/putri Bapak/Ibu, mari kita syukuri bersama,“ tutup beliau dalam sambutannya.
Sedangkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang yang dalam hal ini diwakili oleh Ketua Pokjawas Kementerian Agama Kota Malang, Dr. H. Sutrisno, M.Pd dalam sambutannya mendukung penuh kegiatan Gebyar Seni MTS Surya Buana Malang. Ia berharap dengan Gebyar Seni dapat meningkatkan prestasi siswa tidak hanya di bidang akademik akan tetapi juga non akademik. “Ini bukti bahwa anak-anak kita yang menempuh pendidikan di MTS Surya Buana ini 2 hal sudah dicapai. Yakni kemampuan akademik dan non akademiknya. Kalau kita kemarin kita DOME UMM sudah menerima pengetahuan dan informasi bagaimana mendidik putra/putri kita, maka di MTS Surya Buana 2 hal sudah dicapai. Pengembangan otak kiri dan otak kanan putra/putri kita. Buktinya secara akademik, sainsnya dibimbing dengan baik dan yang kedua bukti hari ini, lewat seni, keterampilannya anak-anak sudah terwujud. Maka sempurnalah apa yang sudah dilaksanakan oleh madrasah ini. Mudah-mudahan kita semua sebagai orang tua bisa mendukung, mengembangkan potensi putra/putri kita. Karena selalu saya tekankan kepada Bapak/Ibu pendidik mendidik anak itu dalam rangka mengembangkan potensi. Potensi anak-anak itu bermacam-macam. Tidak hanya sains saja, tapi yang lain-lain. Bahkan secara ekstrem saya sampaikan kepada Bapak/Ibu pengajar, jika anak-anak kita mengalami suatu kekurangan atau kelemahan, maka jangan dilihat kelemahannya. Jadi Madrasah Tsanawiyah Surya Buana bisa memolopori yang begitu. Pintar mengaji ya mengajinya yang ditonjolkan. Sehingga anak tidak pernah mengalami minder. Yang kedua khususnya kepada Bapak/Ibu Orang Tua/Wali murid, kita sebagai orang tua harus menyadari bahwa anak-anak kita tidak sesuuai dengan harapan. Terima jerih payah putra/putrinya dengan bangga. Dirangkul, terima kasih ya ananda telah belajar dengan baik. Karena anak-anak di madrasah sudah dibekali dengan karakter-karakter khususnya yang menyangkut K-13. Supaya sama karakter yang diajarkan di madrasah dan di rumah. Anak akan merasa bangga, ketika datang orang tua mengucapkan terima kasih. Apa yang baik pada anak-anak kita tonjolkan, sehingga perkembangan mental anak kita bisa berkembang dengan baik. Karena anak-anak usianya masih tergolong kecil, masih jauh hal-hal yang harus ditempuh di masa-masa yang akan datang. Dua hal itulah yang perlu kami sampaikan. Madrasah Tsanawiyah Surya Buana semoga terus bisa berinovasi mengembangkan diri dalam rangka untuk mengantarkan putra/putri kita semua. Empat kompetensi harus dimiliki oleh seorang guru tetap harus dikembangkan,“ ungkapnya.
Acara dilajutkan dilanjutkan dengan penampilan bakat minat english club, disambung Paduan Suara. Setelah itu penampilan MATSASURBA WOODWIND ORCHESTRA (MWO). Dengan memainkan alat musik tiup para personel MWO yang beranggotakan siswa kelas 7, 8 dan 9 tampil sangat memakau. Hampir semua yang hadir memberikan pujian atas penampilan mereka. Setelah itu penampilan dari Bakat Minat Teater.
Acara pamungkas dalam Gebyar Seni tersebut dengan menampilkan Bakat minat Siswa Panahan. Anak-anak dengan seragam hitam kombinasi kuning memulai aksinya dengan memanah balon-balon yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Pada saat balon tersebut meletus akan keluar beberapa tulisan yang merupakan karakter positif dalam olahraga memanah. Wardah, pembaca narasi memanah menyampaikan bahwa banyak karakter positif yang bisa diperoleh dari kegiatan memanah. “Memanah merupakan olahraga sunah. Olahraga yang dianjurkan oleh Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabat. Rasulullah bersabda dalam berbagai riwayat, yang salah satunya ajarkanlah anakmu berenang, memanah, dan berkuda. Memanah bukan hanya sekedar olahraga saja, tapi merupakan sarana olah jiwa. Banyak hal-hal positif dari memanah yang bisa dipergunakan untuk membangun karakter anak bangsa. Karakter positif itu adalah calm merupakan ketenangan, dalam memanah dibutuhkan ketenangan. Dengan memanah kita belajar arti ketenangan. Ketenangan hendaklah berpondasikan kekuatan. Ketenangan hendaklah dibalut dengan kesabaran. Ketenangan hendaklah melahirkan sifat kehati-hatian dan penuh perhitungan. Bukankah kehatia-hatian cerminan dari ketakwaan. Dan terburu-buru sifat dari setan. Kegagalan bagian dari kehidupan, oleh karena itu kita harus belajar dari kegagalan. Fokus, fokus adalah konsentrasi. Fokus adalah mengoptimalkan potensi diri untuk mencapai tujuan terbaik. Brave, brave adalah keberanian. Keberanian dalam mengambil keputusan. Keberanian mengoreksi kesalahan yang telah diperbuat. Win, win adalah mental pemenang. Generasi Islam haruslah memiliki mental pemenang yyang tidak sombong ketika berhasil meraih sesuatu, dan tidak sedih/putus asa ketika gagal meraih sesuatu. Kitalah pemenang dari kehidupan ini,“ ungkap siswa yang sekarang duduk di kelas 9 tersebut.
Gebyar seni MTs Surya Buana Tahun Pelajaran 2016/2017 ditutup dengan pembagian penghargaan kepada siswa peraih prestasi akademik dan non akademik. (ar)