Diklat Anggota PMR MATSASURBA
Pada tanggal 3‒4 September 2022 tepatnya hari Sabtu dan Minggu, organisasi Palang Merah Remaja (PMR) MTs Surya Buana menyelenggarakan kegiatan orientasi untuk para siswa kelas 8 dan 9. Kegiatan tersebut dimulai dengan apel pembukaan yang diikuti oleh seluruh peserta dan panitia. Selanjutnya disampaikan sambutan oleh Bapak Farihul Muflihin selaku perwakilan dari tim kesiswaan, Muhammad Rafi selaku pembina ekstrakurikuler PMR, dan Salma Naima selaku ketua umum PMR.
Setelah apel pembukaan dilaksanaan, peserta bersiap untuk menyimak materi pertama, yakni gerakan kepalangmerahan. Pada kegiatan tersebut, para peserta dijelaskan mengenai sejarah PMR serta makna dari lambang PMR. Mereka diajak untuk bermain agar mereka tidak merasa bosan dengan materi yang dijelaskan. Usai materi pertama tersebut, mereka diberi beberapa pertanyaan atau kuis untuk menguji ingatan mereka akan materi yang telah dijelaskan sebelumnya.
Kegiatan selanjutnya, yakni materi kesehatan remaja. Konsep yang disuguhkan tidak jauh berbeda dengan konsep materi pada gerakan kepalangmerahan. Para peserta diajak untuk bermain dan diberi beberapa pertanyaan pada akhir kegiatan. Pada pukul 17.00 kegiatan orientasi di hari Sabtu tersebut selesai. Para peserta sekaligus panitia pun pulang.
Pada hari Minggu, kegiatan orientasi PMR tetap berlanjut menyambung kegiatan sebelumnya. Para peserta dan panitia datang pukul 07.00 WIB dan melaksanakan salat duha berjamaah terlebih dahulu. Selanjutnya kegiatan orientasi diawali dengan kegiatan pembukaan, yakni permainan menebak kata yang mana salah satu peserta diberikan topi yang telah ditempelkan sebuah kata, sementara peserta lain harus memberikan petunjuk kepada peserta yang memakai topi agar dapat menyebutkan kata yang tertempel pada topi.
Setelah kegiatan pembukaan tersebut dilaksanakan, kegiatan selanjutnya adalah materi Ayo Siaga Bencana. Panitia menginstruksikan kepada para peserta untuk membuat poster dengan tema Cara Menyelamatkan Diri ketika Sedang Terjadi Bencana Alam. Para peserta diberikan kebebasan berkreasi untuk membuat poster tersebut yang hasilnya akan dipresentasikan oleh setiap kelompok. Waktu yang diperlukan untuk kegiatan ini sekitar 90 menit. Setelah materi Ayo Siaga Bencana dilaksanakan, para peserta dan panitia diberi waktu 15 menit untuk istirahat sekaligus membersihkan saampah dan kotoran bekas membuat poster.
Setelah waktu istirahat habis, para peserta melanjutkan kegiatan mereka dengan kegiatan materi pertolongan pertama. Para peserta diajarkan banyak hal, di antaranya cara menangani patah tulang, dislokasi, dan pendarahan. Mereka dikenalkan beberapa alat kesehatan seperti mitela (pembalut segitiga), bidai (alat bantu ketika patah tulang) dan beberapa alat kesehatan lainnya. Pada kegiatan materi pertolongan pertama ini, para peserta banyak diajak untuk praktik lansung supaya mereka dapat mencoba sendiri alat bantu yang telah disediakan.
Materi selanjutnya, yakni sanitasi kesehatan dan kepemimpinan. Di akhir materi kepemimpinan, para peserta diajak melakukan ice breaking yang tujuannya untuk menyegarkan pikiran setelah melewati dua materi sekaligus hingga waktu asar. Setelah kegiatan tersebut selesai, para peserta melaksanakan salat asar berjamaah dan istirahat sejenak selama 10 menit. Sebelum apel penutupan, para peserta bermain menyusun teka teki. Setiap peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompoknya diberikan satu amplop yang berisi petunjuk untuk menemukan amplop selanjutnya. Di setiap amplop yang ada terdapat satu jawaban dari teka-teki tersebut. Teka-teki itu tentang tujuh prinsip dalam palang merah remaja. Setiap amplopnya berisi satu prinsip dan para peserta diberikan waktu untuk mencari serta menyusun tujuh prinsip tersebut dengan waktu 30 menit, kelompok yang dapat menyusunnya dengan cepat dan tepat maka akan menjadi pemenangnya.
Setelah permainan tersebut selesai, kelompok yang berhasil menang diberikan hadiah. Kegiatan diakhiri dengan apel penutupan dan penyerahan badge PMR kepada salah satu perwakilan peserta orientasi sebagai tanda bahwa seluruh peserta telah resmi menjadi anggota PMR. (Salma Naima/9C)