Bersatu dalam Keberagaman Melalui PIP5P2RA Bhinneka Tunggal Ika
Pada tahun ajaran 2023/2024, MTs Surya Buana mulai menerapkan kurikulum merdeka. Projek Integrasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (PIP5P2RA) merupakan salah satu program yang diusung oleh kurikulum merdeka. Pada proyek ini, ada beberapa tema yang telah dipilih di awal dengan beberapa kelompok guru yang sudah dibentuk, di antaranya tema Bhinneka Tunggal Ika. Tema yang telah dipilih tersebut akan diterapkan pada tiap jenjang dalam empat kali pertemuan pada hari Jumat setiap bulannya. Tema Bhinneka Tunggal Ika kelas 9 dilaksanakan pada bulan Agustus, kelas 8 pada bulan September, dan kelas 7 pada bulan Oktober.
Pada PIP5P2RA Bhinneka Tunggal Ika, siswa kelas 9 membuat produk berupa poster bertema khusus menghargai perbedaan. Tema khusus ini dipilih karena perbedaan itu tidak menjadi hal yang dipermasalahkan, tetapi menjadi satu kekuatan untuk menyatukan. Pada pertemuan pertama, siswa diberi tugas untuk mencari artikel yang berkaitan dengan perbedaan yang dapat ditemukan di lingkungan masyarakat, kemudian menjawab beberapa pertanyaan terkait keberagaman. Pada pertemuan kedua, siswa mencari sebuah artikel dari koran yang sudah dibawa terkait dengan keberagaman, kemudian mereka menganalisis informasi artikel tersebut. Pada pertemuan ketiga, siswa membuat poster sesuai dengan artikel berita yang mereka analisis yang akan dipresentasikan pada minggu keempat.
Pada bulan September PIP5P2RA Bhinneka Tunggal Ika dilaksanakan oleh siswa kelas 8. Proyek kali ini cukup menarik karena mereka akan melukis batik. Pada pertemuan pertama para siswa disampaikan materi mengenai pengertian batik, daerah persebaran batik, teknik membatik, serta jenis-jenis batik di nusantara. Jika mungkin selama ini siswa cenderung mengetahui motif-motif batik dari Jawa, mereka jadi memperoleh wawasan tentang motif batik yang berasal dari luar Jawa, seperti batik ulamsari mas dan jagatan pisang yang berasal dari Bali. Selain itu, juga ada batik asmat, cenderawasih, dan kamoro dari Papua, batik Rangkiang dari Sumatera Barat, dan masih banyak lagi. Para siswa tampak antusias menyimak beragam motif batik yang memesona. Setelah itu, siswa dibentuk kelompok dengan anggota tiga siswa per kelompoknya, lalu mereka mengambil undian untuk melukis batik dari berbagai daerah yang berbeda.
Pada minggu kedua tiap kelompok menyusun power point yang berisi materi terkait motif batik yang diperoleh. Mereka mencari sejarah, filosofi makna batik, persebaran, dan gambar motif batik. Pada minggu ketiga, setiap kelompok mulai membuat sketsa batik di atas kanvas dan pada minggu keempat siswa melukis dengan berbagai warna. Hasil karya lukisan batik para siswa begitu bervariasi dan menarik dan akan dipamerkan pada kegiatan Ajang Kreativitas Siswa (AKSIS).
Selanjutnya, siswa kelas 7 melaksanakan PIP5P2RA di bulan Oktober. Berbeda dengan proyek kelas 8 dan kelas 9 yang dilaksanakan setelah salat Jumat, PIP5P2RA kelas 7 dilaksanakan satu hari penuh pada karena siswa kelas 7 sudah menerapkan kurikulum merdeka. Tema yang diusung kali ini tak kalah menarik degan PIP5P2RA yang lainnya, yaitu Mari Kita Makan. Pada proyek ini para siswa akan memasak masakan nusantara yang bervariasi.
Pada minggu pertama, siswa disuguhkan game di awal supaya tertarik dengan proyek yang akan mereka kerjakan. Para siswa diberikan potongan gambar dari masakan nusantara  dan nama masakan nusantara yang diacak, kemudian mereka harus menebak apa nama masakan tersebut. Setelah itu, siswa diberikan materi mengenai bumbu-bumbu dapur. Ini bagian yang menarik karena siswa memperoleh pengetahuan yang bermakna untuk diterapkan dalam kehidupan. Siswa ditunjukkan perbedaan rimpang, seperti jahe, kunyit, dan laos serta perbedaan bawang putih, bawang merah, dan bawang bombai. Beberapa siswa juga diminta maju untuk menebak perbedaan daun salam dan daun jeruk. Siswa yang dapat menjawab mendapat hadiah sehingga mereka semakin antusias.
Pada minggu pertama ini, siswa dibentuk kelompok kemudian diberikan lembar kerja untuk mencari informasi terkait bumbu-bumbu dapur, seperti tekstur, bentuk, bau, warna, hingga rasa. Pada minggu kedua, siswa mulai menentukan jenis masakan yang akan mereka buat, lalu pada minggu terakhir para siswa mulai memasak. Kegiatan memasak dilaksanakan di halaman depan mts surya buana. Para siswa tampak seperti koki. Mereka sudah menyiapkan alat dan bahan secara lengkap dari rumah. Masakan yang dibuat bervariasi. Terlihat kekompakan dan kelihaian mereka dalam memasak. Masakan tersebut juga harus dibuat murni dari sekolah. Bumbunya pun harus diracik dari awal  dan tidak boleh menggunakan bumbu yang sudah jadi.
Setelah masakan jadi, hasilnya dinilai oleh juri dari guru pengampu PIP5P2RA. Ternyata setelah dicoba satu per satu, hasil masakan para siswa rasanya begitu luar biasa enak dan hampir semua sedap. Ada yang memasak nasi gandul, gado-gado, sate lilit, nasi liwet, bakmi jawa, pempek, dan lain sebagainya. setelah selesai dinilai, diambil masing-masing satu pemenang terbaik dari siswa putra dan siswa putri. Harapannya dengan adanya kegiatan proyek integrasi ini siswa dapat belajar berkolaborasi dengn baik dan meningkatkan kemmampuan bernalar kritis dan kreativitas para siswa. (Fika Aghnia Rahma)