MATSASURBA menyelenggarakan PORSENI (Pekan Olahraga dan Seni) dalam rangka Milad Ke-25 Surya Buana. Kegiatan yang dapat meningkatkan bakat dan kreativitas siswa ini dikemas dengan berbagai macam lomba. Event lomba yang dilaksanakan pada kegiatan ini ialah lomba cerita inspiratif pagi, lomba tilawah bagi siswi putri dan lomba adzan bagi siswa putra, lomba tahfiz juz 30, serta lomba praktik salat berjamaah. Siswa kelas 7, 8, dan 9 wajib mengajukan perwakilan satu siswa tiap kelas untuk mengikuti satu cabang lomba.

Kegiatan lomba dibagi menjadi dua sesi. Untuk sesi pagi dilaksanakan oleh siswa putra pada pukul 07.30‒11.30 WIB dan sesi siang oleh siswi putri pada pukul 12.30-14.45 WIB dengan menggunakan seragam busana muslim bebas. Para siswa juga diimbau untuk membawa kue basah. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Bu Dewi Faizah selaku ketua pelaksana lomba, pembacaan ayat suci alquran, penampilan lagu religi dari grup musik MATSASURBA, lalu dilaksanakan kegiatan lomba.

Lomba cerita inspiratif pagi dilaksanakan di musala dan ditonton oleh para siswa. Tema yang dibawakan tentang kisah Nabi Muhammad saw atau para sahabat. Menariknya, meskipun sudah ditentukan satu tema, para peserta membawakan kisah yang beragam sehingga penonton tidak bosan. Salah satunya ialah Syailendra dari kelas 7D membawakan kisah sebelum kelahiran Nabi Muhammad saw, di mana pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah menyerang ka’bah, kemudian datanglah sekumpulan burung ababil yang terbang menyerang pasukan gajah, sampai tiba pada waktu kelahiran Rasulullah saw. Syailendra juga menyampaikan keajaiban-keajaiban yang terjadi pada saat kelahiran Nabi Muhammad. Salah satunya yakni padamnya api yang disembah oleh kaum Majusi, serta disampaikan juga hikmah diperingatinya  momen kelahiran Nabi Muhammad saw.

Setelah lomba CIP selesai, dilanjutkan dengan lomba tilawah Al-Quran bagi siswa putri yang dilaksanakan di musala juga. Terdapat lima pilihan ayat yang perlu dipersiapkan untuk kemudian diundi saat tampil. Ayat-ayat tersebut merupakan ayat yang mengandung bacaan gharib. Selanjutnya, ada lomba tahfiz juz 30 yang dilaksanakan di ruang kelas dan dinilai ketepatan tajwid dan kelancaran bacaannya. Lalu, untuk lomba praktik salat berjamaah juga dilaksanakan di ruang kelas dan diikuti oleh seluruh siswa setiap kelas. Praktik salat yang dilaksanakan ialah salat magrib dengan aspek yang dinilai ialah ketepatan gerakan salat, syarat,  rukun, serta bacaannya.

Terdapat tiga juara yang diambil pada setiap cabang lomba dari seluruh angkatan. Harapan ke depan dalam perayaan peringatan Maulid Nabi ini, lomba-lombanya dapat dikembangkan supaya lebih bervariasi, di antaranya ialah lomba pidato, lomba menulis artikel sejarah nabi, lomba kostum unik, dan sebagainya. (Aisha Aristapandya, 9Ddan Fika Aghnia Rahma).