Sekolah menjadi tempat untuk melaksanakan progam belajar mengajar dan meningkatkan kemampuan siwanya. Beberapa sekolah memiliki program yang dikembangkan demi meningkatkan kemampuan peserta didiknya, salah satunya MATSASURBA yang memiliki beberapa program khas yang lain daripada yang lain, seperti salat duha berjamaah delapan rakaat, cerita inspiratif pagi, pembinaan wali kelas, dan tilawah metode Ummi. Seperti apakah program tersebut disajikan? Mari kita telusuri bersama!

Dimulai dari kegiatan salat duha berjamaah delapan rakaat yang dilaksanakan setiap hari pukul 07.15‒07.30 WIB. Salat duha ini tentu saja dilaksanakan di musala MATSASURBA untuk membiasakan siswa, terutama siswa madrasah menjalankan ibadah sunnah.

Setelah melaksanakan salat duha, ditayangkan cerita inspiratif pagi setiap hari Senin-Kamis yang juga dilaksanakan di musala melalui tayangan di LCD yang disampaikan oleh para guru. Akan tetapi, karena adanya pembagian sesi kehadiran pada pandemi ini, siswa yang masuk pada waktu siang menyimak cerita inspiratif melalui youtube sekolah. Tujuan program ini adalah untuk memberikan wawasan luas dan berbagai macam motivasi kepada siswa. Tema cerita inspiratif pagi biasanya berkaitan dengan para tokoh islam atau cerita fauna supaya lebih menarik dan bervariasi. Para siswa juga diberikan kesempatan untuk tampil supaya memiliki keberanian berbicara di depan publik dan menyampaikan hikmah dan kesimpulan dari cerita yang mereka dengar. Cerita inspiratif pagi biasanya dibawakan oleh para guru sesuai jadwal, tetapi semasa belum ada pandemi, terkadang siswa ikut serta menyampaikan cerita inspiratif pagi.

Setelah menyimak cerita inspiratif pagi, para siswa melaksanakan kegiatan tilawah yang diadakan tiap hari Senin-Kamis pula pukul 08.00‒09.00 WIB. Pembagian kelas tilawah sendiri dikelompokkan berdasarkan placement test yang dilakukan pada awal masuk dan dilihat dari kemampuan siswa dalam mengaji. Kegiatan tilawah sendiri  dibimbing oleh ustaz dan ustazah dari program Ummi karena MATSASURBA ingin para siswanya mendapatkan ajaran mengaji yang terbaik. Kegiatan ummi berlangsung dengan murajaah bersama dan menyetorkan tugas mengaji kepada ustaz maupun ustazah.

Jika cerita inspirasi pagi dan kegiatan ummi diadakan hari Senin-Kamis, maka hari Jumat terdapat kegiatan pembinaan wali kelas yang diadakan di kelas masing-masing. Sesuai namanya, pembinaan wali kelas merupakan kegiatan interakstif antara wali kelas dan siswanya dengan tujuan untuk membina karakter siswa. Pada saat pembinaan, guru dan siswa juga membaca asmaul husna bersama, hafalan surat Al-Quran, dan literasi bacaan. Pembinaan wali kelas ini dilakukan untuk mempererat hubungan antara wali kelas dengan siswa sehingga apabila suatu saat terjadi masalah di kelas, wali kelas bisa turut serta mengatasi masalah tersebut.

Masih banyak program khas lain di MATSASURBA, di antaranya adalah tadarus keliling (darling), proyek integrasi, outbound, studi empiris, outing class, dan masih banyak lagi. Sangat disayangkan karena adanya pandemi, program itu kini masih belum bisa diadakan. Akan tetapi, jika pandemi sudah mulai reda, ada kemungkinan program tersebut akan dilaksanakan kembali seperti semula. Untuk saat ini, MATSASURBA meletkkan fokusnya untuk mengembangkan program yang sudah ada supaya lebih menarik dan bervariasi sembari merencanakan inovasi-inovasi terkait program baru. Dengan beragamnya program khas di MATSASURBA, para siswa dapat membentuk karakter yang baik dan berakhlakul karimah serta dapat meningkatkan prestasi siswa di bidang akademik maupun nonakademik. (Jenar Athaya Maheswari, 9F dan Dzalfa Nurul Qolby, 8D)