Pada bulan Ramadan, tentu sepatutnya umat muslim berlomba-lomba dalam upgrading amal ibadahnya. Mulai dari amal ibadah wajib maupun sunnah. Satu dari sekian banyak ibadah yang tepat dilaksanakan saat pandemi ialah sedekah. Keadaan bumi saat ini yang masih belum bisa lepas dari cengkeraman pandemi membuat banyak orang mengalami kesulitan finansial. Jangankan dalam keadaan pandemi, dalam keadaan normal pun masih banyak orang-orang di sekitar kita yang membutuhkan uluran tangan. Oleh karena itu, Matsasurba menggalakkan kegiatan amal untuk membantu meringankan kesulitan orang-orang yang membutuhkan.

Matsasurba Berbagi Sembako. Begitulah tagline yang diciptakan oleh salah satu guru Matsasurba, Bapak Farih, terkait kegiatan penyaluran bantuan yang digalang oleh Matsasurba. Kegiatan MBS ini merupakan salah satu dari sekian rangkaian kegiatan PERAK (Pekan Ramadan Kreatif) yang setiap tahun tidak absen dihelat pada bulan Ramadan.

Sembako yang dikumpulkan oleh panitia berasal dari para orangtua/wali siswa matsasurba. Sembako tersebut terdiri atas beras, minyak goreng, mie instan, dan gula. Tidak sedikit wali murid yang memberikan lebih dari sepaket sembako. Bantuan berupa sembako sebanyak lebih dari 200 paket tersebut kemudian disalurkan kepada warga sekitar yang membutuhkan. Sebelumnya, panitia sudah berkoordinasi dengan ketua RT setempat untuk meminta data para warga yang berhak menerima bantuan. Tidak hanya warga setempat, sembako tersebut juga disalurkan ke dua panti asuhan, yakni Panti Asuhan Salman dan Taqwa Al Qolbi. Dalam kegiatan MBS ini, para siswa yang tergabung dalam pengurus inti organisasi juga ikut andil dalam membantu menyalurkan bantuan. Selain untuk beribadah, kegiatan MBS ini juga diharapkan dapat menumbuhkan social sense siswa agar tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kesalihan sosial. (Rin)