Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur mengadakan sebuah kegiatan Bimbingan Teknis Pembelajaran Berbasis Literasi dan Numerasi pada tanggal 3 – 6 Mei 2021 secara virtual. Peserta merupakan bapak ibu guru tertunjuk dari tiap-tiap madrasah jenjang MI, MTs dan MA se-Jawa Timur bersama dengan bapak ibu pengawas madrasah. Kegiatan ini memang dilaksanakan secara virtual, tetapi terdapat titik kumpul di tiap kabupaten atau kotanya. Di Kota Malang sendiri, titik kumpul berlokasi di MTsN 1 Kota Malang dengan peserta sejumlah 27 orang. Untuk peserta dari MTs Surya buana sendiri yakni Ratna Hidajati, M.Ed., Elyta Dia Cahyanti, S.Pd., dan Heru Hariyadi, S.Pd.,Gr.

Berdasarkan kutipan gln.kemdikbud, literasi merupakan kecakapan fundamental yang membekali peserta didik dengan kemampuan memilih, menganalisis informasi dengan kritis, serta menggunakannya untuk mengambil keputusan dalam kehidupan. Sementara itu, numerasi adalah kecakapan fundamental yang membekali peserta didik dengan kemampuan untuk mengaplikasikan konsep bilangan dan keterampilan operasi hitung di dalam kehidupan sehari-hari dan kemampuan untuk menginterpretasi informasi kuantitatif yang terdapat di sekeliling kita.  Dari pengertian tersebut dapat kita ketahui pentingnya pembelajaran berbasis literasi dan numerasi sehingga peserta didik tidak semata-mata hanya mempelajari teori secara mendalam, tetapi peserta didik diharap bisa menerapkannya dikehidupan sehari-hari. “Muara akhir pembelajaran berbasis literasi adalah siswa dapat berpikir kritis dan berkarakter,” tutur Dr. Titik Harsiati, M.Pd., selaku salah satu pemateri pada bimtek ini.

Tahun 2021 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makariem resmi mengganti Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan survei karakter. Artinya UN 2019 menjadi pelaksanaan yang terakhir. Evaluasi tersebut merupakan langkah awal untuk mengetahui kemampuan literasi dan numerasi peserta didik di sebuah satuan kerja. Maka dari itu, peserta didik perlu dipersiapkan dengan metode pembelajaran yang dapat menggiring siswa ke arah evaluasi tersebut. Tujuan penggunaan strategi literasi dan numerasi ini guna membangun pemahaman yakni pada tahap retrieve, interpretasi dan integrasi.

Karakteristik pembelajaran literasi dan numerasi yakni adanya instruksi yang jelas dan eksplisit, pemanfaatan alat bantu/media, pemantauan terhadap pemahaman siswa, responsif terhadap berbagai pertanyaan yang timbul, adanya tahapan analisis, sintesis, dan evaluasi dalam pembelajarannya. Maka selain peserta didik, pengajar pun perlu mendapat pengetahuan baru terkait metode pembelajaran literasi dan numerasi. Semua dilakukan guna pendidikan Indonesia yang lebih baik dan merata. (Her)