Sebelum tahun ajaran 2020-2021 dimulai, pemerintah sudah menggaungkan istilah kurikulum darurat untuk diterapkan di bidang Pendidikan. Kurikulum darurat merupakan kurikulum sementara yang diberlakukan di sekolah selama masa pandemi. Kurikulum ini tentunya berbeda dengan Kurikulum 2013. Pasalnya, tidak semua Kompetensi Dasar (KD) dalam Kurikulum 13 diajarakan kepada siswa. Dalam kurikulum darurat terdapat istilah KD esensial dan non-esensial.

KD esensial merupakan KD yang diajarkan secara langsung kepada siswa, sedangkan KD non-esensial merupakan KD yang bisa dipelajari siswa sendiri di rumah tanpa penjelasan dari guru. Penentuan KD esensial dan non-esensial tersebut atas kesepakatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sebelum tahun ajaran 2020-2021 dimulai.

Meskipun tidak semua KD diajarkan kepada siswa, para guru berusaha mengoptimalkan pembelajaran selama daring agar siswa bisa mencapai kompetensi yang ditentukan. Untuk mewujudkan hal tersebut, Waka Kurikulum, Ibu Novi Ayu Lestari Ningtyas, bersama tim kurikulum yang terdiri atas Bapak Heru Hariyadi, menyusun jadwal pembelajaran secara terstruktur untuk siswa. Jadwal pembelajaran tersebut terintegrasikan dengan jurnal harian siswa yang disusun oleh Tim Kesiswaan. Dengan demikian, siswa dapat terbantu untuk mengatur kegiatan sehari-harinya.

Selain itu, sebelum tahun ajaran baru dimulai, MATSASURBA selalu menyelenggarakan workshop untuk mempersiapkan pembelajaran selama satu semester. Dalam workshop tersebut, disepakati media dan platform yang dimanfaatkan Bapak/Ibu Guru untuk kegiatan pembelajaran. MATSASURBA memilih platform Google Classroom, Zoom, dan YouTube karena pengoperasiannya mudah dan para siswa sudah familier dengan keduanya. Setiap pertemuan dalam masing-masing mata pelajaran diunggah oleh Bapak/Ibu Guru di Google Classroom. Dalam tiap pertemuan terdapat tiga aspek yang diunggah, yakni presensi, materi, dan penugasan. Dalam hal materi, Bapak/Ibu Guru diwajibkan menyajikannya dalam bentuk Power Point. Materi dalam Power Point tersebut kemudian akan dipaparkan penjelasannya oleh Bapak/Ibu Guru dan direkam dalam bentuk video. Usai direkam, video pembeajaran tersebut diunggah di kanal YouTube sekolah, MTs Surya Buana Malang. Hal tersebut dilaksanakan demi memberikan pelayanan terbaik kepada siswa kita. Selain itu, MATSASURBA juga berharap video pembelajaran tersebut tidak hanya bermanfaat bagi siswa MATSASURBA saja, melainkan untuk khalayak umum pula.

Sementara itu, platform Zoom dimanfaatkan untuk pertemuan tatap maya bersama para siswa. Jadwal pertemuan Zoom pun sudah ditentukan sebelumnya. Dalam satu hari, ada satu mata pelajaran yang dijadwalkan lewat Zoom. Pembagian jadwalnya yakni berdasarkan sesi pada tiap minggunya. Minggu pertama pada bulan pertama dilaksanakan Zoom pada mata pelajaran sesi pertama, minggu kedua dilaksanakan pada mata pelajaran sesi kedua, dan seterusnya hingga minggu keempat. Dengan penyusunan jadwal dan penentuan platform tersebut diharapkan akan mempermudah siswa dalam mengikuti sekolah daring.

Jadwal sekolah daring yang disusun MATSASURBA dimulai pukul 06.45 WIB, yakni presensi kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Presensi tersebut dibagikan oleh wali kelas di grup WhatsApp. Dilanjutkan dengan salat duha delapan rakaat pada pukul 07.00-07-15 WIB dan murojaah juz 30 atau sesuai hafalannya pada pukul 07.15-07.30 WIB. Pada pukul 07.30-07.45 WIB, siswa akan menyimak Certa Inspirasi Pagi (CIP) yang ditayangkan secara live lewat kanal YouTube MTs Surya Buana Malang. CIP tersebut disampaikan oleh Bapak/Ibu Guru MATSASURBA secara bergiliran sesuai dengan jadwal. Kemudian, sampai pukul 08.00 WIB siswa merangkum isi CIP yang telah disimak.

Tepat pukul 08.00 WIB, pembelajaran mata pelajaran sesi satu dimulai. Setiap sesinya berdurasi satu jam atau enam puluh menit. Jadi, pada pukul 09.00-09.30 WIB siswa bisa beristirahat sekaligus berjemur di bawah sinar matahari. Pembelajaran sesi kedua dimulai pukul 09.30 hingga 10.30 WIB. Seusai sesi kedua, siswa melaksanakan kegiatan tilawah bersama guru Ummi selama satu jam. Pada pukul 11.30-12.30 WIB siswa melaksanakan salat zuhur, mengaji satu ‘ain, dan makan siang. Kemudian, siswa melanjutkan pembelajaran sesi ketiga pada pukul 12.30 WIB. Satu jam setelahnya, siswa diberikan waktu istirahat selama tiga puluh menit. Setelah itu, pembelajaran sesi terakhir dimulai pukul 14.00-15.00 WIB dan dilanjutkan dengan salat asar dan mengaji satu ‘ain.

Kegiatan siswa yang sudah terjadwal sedemikian rupa tersebut tercantum dalam buku JUARA (Jurnal Harian). Tidak hanya berhenti sampai salat asar, di dalam buku JUARA tercatat kegiatan-kegiatan yang harus ditunaikan oleh siswa, yaitu bersih-bersih lingkungan atau membantu orang tua, bersih diri, zikir petang, salat magrib, salat isya’, mengaji, belajar, dan tidur. Kegiatan sebelum memulai pembelajaran pun sudah dicantumkan, seperti salat tahajud, salat subuh, dan olahraga. Jadi, kegiatan siswa mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali sudah terjadwalkan.

Pembelajaran daring ini tidak akan efektif apabila tidak ada kerja sama antara Bapak/Ibu Guru dan orang tua siswa. Karena siswa melaksanakan sekolah dari rumah, maka pantauan orang tua sangat diperlukan. Wali kelas pun harus sering berkomunikasi dengan guru mata pelajaran dan orang tua guna menjembatani komunikasi antarkeduanya apabila terdapat kendala dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama yang solid antara pihak sekolah dan orang tua demi masa depan anak-anak kita. (RIN)