Kondisi pandemi covid-19 tak menghalangi siswa – siswi MTS Surya Buana untuk tetap belajar Al-Quran. Pembelajaran Tilawah terjadwal ditengah tengah pembelajaran mata pelajaran yang lain yakni pada pukul 10.30 – 11.30. Siswa terbagi kedalam 13 kelas kelas khusus sesuai dengan capaian dan kemampuan mereka. Media yang digunakan pada pembelajaran ini yakni Google Meet, dimana para siswa bisa bertatap maya dengan para ustadz dan ustadzahnya. Disisi lain para pengajar juga bisa memantau pembelajaran atau hafalan siswa secara langsung.

Strategi pendekatan yang digunakan pembelajaran metode UMMI, yakni Direct Method (Langsung) yaitu langsung dibaca tanpa dieja/diurai atau tidak banyak penjelasan. Repetition (Diulang-Ulang), bacaan Al Quran akan semakin kelihatan keindahan, kekuatan, dan kemudahannya ketika kita mengulang-ulang ayat atau surat dalam Al Quran. Begitu pula seorang ibu dalam mengajarkan bahasa kepada anaknya. Kekuatan, keindahan, dan kemudahannya juga dengan mengulang-ulang kata atau kalimat dalam situasi dan kondisi yang berbeda-beda. Affection (Kasih Sayang Yang Tulus), kekuatan cinta, kasih sayang yang tulus dan kesabaran seorang ibu dalam mendidik anak adalah kunci kesuksesannya. Demikian juga seorang guru yang mengajar Al Quran jika ingin sukses hendaknya meneladani seorang ibu agar guru juga dapat meyentuh hati siswa mereka.

Proses pembelajaran tilawah metode UMMI dimulai dengan cek kehadiran siswa kemudian dilanjut dengan menyampaikan hafalan masing - masing siswa. Dengan media Google Meet, guru bisa memantau hafalan serta kehadiran siswa. Di akhir pembelajaran, masing masing walikelas akan mendapat laporan kehadiran siswa dari ustadz dan ustadzahnya. Sehingga terjadi sinkronisasi antara walikelas dan ustadz/ ustadzah. Walikelas dapat mengkonfirmasi kehadiran ke siswa maupun orang tua siswa. Teknis ini dibuat agar terjadi kerjasama yang baik antara ustadz/ ustadzah, walikelas dan orang tua siswa, demi kemajuan dan kelancaran pembelajaran tilawah siswa. (Her)