
Apakah Makanan Manis Baik untuk Tubuh Kita?
Makanan yang sedap disantap tentunya memiliki rasa yang menggugah selera, salah satunya adalah makanan manis. Makanan manis adalah makanan yang banyak mengandung gula. Makanan manis begitu diminati oleh berbagai kalangan, baik anak kecil, remaja, maupun orang dewasa. Di Indonesia, makanan manis ini memiliki berbagai bentuk olahan, tak terkecuali olahan makanan tradisional.
Olahan makanan tradisional itu seperti cenil, onde-onde, klepon, nagasari, dan lain sebagainya. Makanan manis tradisional ini rupanya cukup digemari masyarakat di zaman modern ini. Makanan tersebut dapat kita temui pada event bazar jajan tradisonal yang banyak diselenggarakan di kota-kota Indonesia.
Rupanya, tidak hanya makanan manis tradisional yang banyak dinikmati, melainkan makanan manis kekinian yang tersaji dalam berbagai macam olahan. Makanan-makanan tersebut alhasil menjadi viral karena bertebaran di media sosial, salah satunya adalah cookies boom. Cookies boom merupakan perpaduan antara cookies dan es krim yang menyuguhkan lelehan cokelat yang sangat lumer dan menggugah selera. Selain itu, ada juga salah satu olahan es krim yang ramai dibicarakan, yakni es krim yang dibentuk mirip sekali seperti mi instan dan nasi tumpeng.
Makanan-makanan manis tersebut tentunya mengandung gula yang akan membuat otak akan melepaskan serotonin dan dopamin. Dua zat tersebut merupakan neurotransmitter yang berperan dalam brain reward system yang membuat suasana hati menjadi bahagia dan mood menjadi lebih baik. Jadi, tidak heran jika seseorang dalam suasana hati yang tidak baik, mereka akan berlari ke makanan manis untuk menaikkan mood.
Akan tetapi, mengonsumsi makanan manis yang banyak mengandung gula itu juga perlu kehati-hatian karena dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes, obesitas, serangan jantung, kerusakan ginjal, dan penyakit yang lain. Menurut Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), batas kadar gula yang dikonsumsi oleh setiap orang per hari yaitu 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan. Oleh karena itu, apabila seseorang ingin mengonsumsi makanan manis perlu menyesuaikan dengan batas kadar yang ditentukan.
Perihal makanan ini juga telah disebutkan oleh Rasulullah saw dalam sabdanya. Menurut hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah anak cucu Adam memenuhi suatu tempat yang lebih buruk daripada perutnya”. Hal tersebut berarti seorang muslim sebaiknya tidak makan terlalu kenyang, tetapi makan sesuai dengan kebutuhannya. Apalagi apabila makanan tersebut justru lebih banyak mendatangkan madharat. (Sabrina Izzati Ghanditya/9C)