Air Fryer Dapat Menyebabkan Kanker?
Di zaman modern ini, teknologi semakin berkembang. Dengan adanya perkembangan teknologi ini tentunya dapat mempermudah aktivitas manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satunya adalah perkembangan peralatan memasak, yakni air fryer. Air fryer adalah salah satu alat masak modern yang dilengkapi dengan teknologi penggorengan untuk mendapatkan hasil masakan yang matang secara merata.
Kini, air fryer banyak digemari oleh para ibu-ibu karena dapat memasak dengan cepat dan matang secara merata. Air fryer memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan suhu dengan tepat sehingga waktu memasak menjadi lebih efisien. Selain itu, memasak dengan air fryer tidak perlu menggunakan banyak minyak sehingga dapat mengurangi risiko obesitas. Cocok bagi pengguna yang memiliki kesibukan padat, tetapi tetap ingin memasak makanan sendiri.
Namun, apakah kamu tahu? Dibalik semua kelebihan dan kemudahan penggunaan air fryer ternyata ada beberapa dampak negatinya. Studi terbitan Journal of Food Science (2017) mengamati bahwa sarden yang dimasak di air fryer memproduksi senyawa bernama produkoksidasikolesterol. Perlu diketahui, produkoksidasikolesterol ini bisa meningkatkan risiko penyempitan pembuluh darah atau aterosklerosis. Aterosklerosis inilah yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, serangan jantung, gagal jantung, dan stroke.
Masih dalam penelitian yang sama, panas dari air fryer menurunkan kadar asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan tubuh. Peneliti mengira bahwa jumlah ini bisa menurun secara signifikan karena omega-3 merupakan asam lemak yang mudah teroksidasi. Studi ini menemukan bahwa omega-3 jenis docosahexanoic acid (DHA) bisa berkurang hingga 85 persen. Selain dapat merusak zat gizi makanan, air fryer juga dapat meningkatkan risiko mengalami keracunan makanan. Penelitian yang diterbitkan pada Journal of Food Protection (2020) membandingkan metode memasak yang paling baik untuk menghilangkan Salmonella pada potongan ayam beku tanpa tulang. Studi ini menemukan bahwa memasak dengan air fryer dan oven merupakan metode yang buruk untuk menghilangkan Salmonella.
Berdasarkan riset terbitan Journal of Food Science (2015) menyatakan bahwa penggunaan Air fryer bisa menimbulkan reaksi bernama reaksi Maillard. Ini adalah reaksi yang terjadi pada gula dan asam amino yang dipicu oleh panas. Sayangnya, reaksi Maillard bisa memicu produksi aklrilamida dan polycylic aromatic hydrocarbon. Keduanya merupakan senyawa yang bisa memicu kanker.
Sebenarnya, memasak menggunakan Air fryer boleh-boleh saja. Asalkan tidak terlalu sering karena memang dapat menimbulkan senyawa yang berbahaya bagi tubuh. Lebih bagus lagi bila kita memakan makanan yang direbus atau dikukus daripada yang digoreng. (Najla Miloveva – Siswa MTs Surya Buana)