Jakarta (Pinmas) - Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Madrasah kembali menyelenggarakan Festival dan Kompetisi Robotik Madrasah. Lebih dari 200 tim mendaftar sejak dibukanya pendaftaran festival pada 17 -24 Oktober.

Kuota hanya 90 orang, dengan rincian setiap jenjang pendidikan madrasah mengutus 2 orang,

sejak dibukanya pendaftaran peserta pendaftar membludak sampai 200-an peserta, sedangkan kuata yang akan lolos mengikuti hanya 90 Peserta, terdiri dari 30 peserta Madrasah Ibtidaiyah, 30 peserta Madrasah Tsnawiyah dan 30 peserta Madrasah Aliyah.

Festival kedua ini akan digelar pada 30-31 Oktober 2016 di Mall of Indonesia Jakarta Utara. Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan berharap semua peserta bisa bertanding dan berkompetisi secara sehat dan sportif. "Menang kalah suatu hal lumrah. Ajang robotik madrasah adalah piranti untuk mengapresiasi kreativitas siswa-siswi madrasah," katanya.

Alhamdulillah MTs Surya Buana, termasuk kedalam 90 peserta yang mengikiti Festival dan Kompetensi Robotik Madrasah di Mall of Indonesia, Jakarta Utara, kegiatan ini dilakukan dalam satu hari pada tanggal 31 Oktober 2016, dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama ada pembekalan yang dibimbing langsung oleh tanaga yang professional, semua peserta dibekali cara merangkai dan memprogram robot untuk berjalan dan melewati rintangan. Pada sesi kedua yang merupakan acara puncak, dimana peserta merancang dan memprogram robotnya sendiri untuk menyelesaikan misi dan tantangan dalam arena robot yang sudah disiapkan oleh panitia Festival dan Kompetensi Robotik Madrasah. Pada lomba ini peserta dituntut untuk mengumpulkan point sebanyak-banyaknya, melewati rintangan dalam arena dan finish dengan waktu yang paling cepat.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menutup Festival dan Kompetisi Robotik Madrasah Tahun 2016. Event kedua yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Madrasah Ditjen ini digelar di Mall of Indonesia, Jakarta Utara ditutup pada 31 Oktober 2016.

"Kita boleh saja bermimpi, namun setidaknya impian itu merupakan penyemangat dalam menjalani kehidupan kita dalam mengembangkan potensi yang kita miliki. Awal inovasi dan kreatifitas seseorang di awali dengan mimpi," kata Menag, Senin (31/10).

"Dengan kita sering bermimpi, akan semakin terasah potensi kita. Karena semua penemuan di dunia ini merupakan karya cita tangan manusia yang bermula dari impian, tidak datang begitu saja," tambahnya.

Penutupan festival dan kompetini ini ditandai dengan penekanan tombol sirine melalui layar. Para pemenang juara 1, 2, dan 3 dari setiap tingkatan dihadiahi uang jutaan rupiah. Selain itu, untuk juara 1 tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) diberi hadiah satu set robot, sementara untuk juara 1 tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) diberi hadiah wisata ke Jerman.

Sebelumnya, melihat animo madrasah yang tinggi untuk ikut dalam kompetisi ini, Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan berkomitmen menambah anggaran penyelenggaraan kegiatan ini di masa mendatang. "Kami akan memperjuangkan agar kegiatan ini bisa dilaksanakan secara maksimal di tahun depan. Bisa mengakomodir seluruh madrasah yang memiliki minat di bidang robotik," ujarnya. (Moh. Saleh, S.Pd)

Sumber : https://www.kemenag.go.id/berita/419226/kemenag-tetapkan-90-peserta-festival-robotik-ini-daftarnya