Kota Malang - Tak diragukan lagi, MTs Surya Buana Malang memiliki banyak atlet berprestasi. Putri salah satunya. Anak kedua dari pasangan Bapak Gatot Sulistio dan Ibu Yayuk Sulistiawati ini memiliki nama lengkap Putri  Allysia Widyadhana Sakanti. Sejak duduk di kelas tiga bangku Sekolah Dasar, Putri mulai mengenal in line skate alias sepatu roda. Bermula dari ketertarikannya melihat para pemain sepatu roda di layar kaca, adik dari Alsa Enggar dan kakak dari Reyhan Gangsar ini mulai sering mencari info mengenai dunia persepaturodaan.

Langkah awal Putri yang bertempat tinggal di Gajayana/795 Malang ini untuk menjadi atlet sepatu roda diawali dengan bergabung dalam club MILS Malang. MILS kepanjangan dari Malang In Line Skate. Club ini dulunya biasa melakukan latihan sepatu roda di lapangan dokdikjur, Rampal. Namun, sejak beberapa tahun terakhir, latihan sepatu roda dilakukan di veledrom. Waktu latihannya adalah Selasa dan Kamis, pukul 15.00—17.30 WIB, dan Minggu pukul 08.00—11.30 WIB. Tidak hanya Putri, adik lelakinya pun juga ternyata memiliki minat yang sama dengannya dalam dunia persepaturodaan. Ketika ditanya lebih lanjut, keduanya saat ini aktif dalam keanggotaan club MILS bersama sekitar 50 peserta lainnya. Dalam club tersebut terdapat empat tenaga ahli profesional sepatu roda. Melalui latihan yang keras dan semangat yang tinggi, MILS mengantarkan Putri dan teman-temannya meraih juara di berbagai turnamen bergengsi.

Turnamen pertama Putri digelar di Yogyakarta. Momen ini merupakan titik bersejarah dan berkesan baginya. Bagaimana tidak, Putri yang waktu itu baru saja mengenal sepatu roda jatuh bangun hingga menangis di arena karena gugup. Namun, karena dorongan keluarga dan para pelatih, Ia bangkit hingga menyabet juara 3 Sepatu Roda Nasional.

Tidak berhenti sampai di situ, semakin hari semakin banyak pula prestasi yang diraihnya, diantaranya Juara 1 200 M Standart A Putri, Kejuaraan Standar Nasional, Semarang ; Juara 1 1000 M Standart A Putri, Kejuaraan Standart Nasional; serta sekitar 40 kejuaraan lainnya.

Gadis manis yang saat ini duduk di kelas 7 MTs Surya Buana ini mengaku bercita-cita sebagai atlet sepatu roda. Betapa ia begitu menyukai dunia sepatu roda. Kendatipun begitu, kesibukannya berlatih seminggu tiga kali, atau seminggu lima kali jika mendekati turnamen, tidak membuatnya lupa akan hakikatnya sebagai belajar. Sejauh ini, nilai sekolahnya masih di atas rata-rata. Di kelas pun gadis penyuka ikan lele dan sayur asam ini pun disukai teman-temannya dan aktif ketika pembelajaran berlangsung.

Pada saat senggang, Putri juga suka melakukan hobi lainnya, yaitu renang. Ditanya lebih lanjut mengapa tidak menjadi atlet renang saja, Ia pun tersipu malu dan menjawab bahwa tantangan menjadi atlet renang profesional jauh lebih besar karena dituntut untuk menggunakan pakaian yang terbuka. Sementara ia tahu bahwa itu tidak sesuai dengan ajaran Islam. Oleh karena itu, sepatu roda dirasa tepat baginya untuk ditekuni secara profesional dan yang paling penting sesuai dengan kemampuan dan bakat minat yang dimilikinya. (FUR)