Kota Malang - MTs Surya Buana diguyur banyak piala di Kejurda Tapak Suci se-Malang Raya. Kejuaraan tersebut berlangsung selama empat hari mulai 6 s.d. 9 November 2017 di Dome UMM. Ada 12 piala yang didapatkan oleh siswa-siswi Tapak Suci MTs Surya Buana, yakni: (1) juara I kategori tanding kelas C putri a.n. Atiqa Ratu Khazanah, (2) juara I kategori tanding kelas E putri a.n. Dordiajeng Yasmin, (3) juara I kategori tanding kelas G putri a.n. Davana Az-Zahra, (4) juara I kategori tanding kelas F putra a.n. Satriyo Wicaksono, (5) juara I kategori seni ganda putra a.n. Himal Hawari dan Moh. Rafi, (6) juara I kategori seni ganda putri a.n. Aisyah dan Fara, (7) juara I kategori seni beregu putra a.n. Alwan, Moh. Ruslan, dan Naufal Aziz; (8) juara I kategori seni beregu putri a.n. Kalya, Raihany, dan Salsabila; (9) juara II kategori tanding kelas I putra a.n. Moh. Fariz, (10) juara II kategori tanding kelas C putra a.n. Afdani Restu, (11) juara II kategori tanding kelas G putra a.n. Micelle Luna, (12) juara III kategori tanding kelas bebas putra a.n. Saddam Ahmad Haidar.

Prestasi tersebut diraih bukan tanpa usaha dan doa. Dua bulan menjelang kejuaraan para atlet dilatih keras oleh para pelatih yakni Bapak Rahman Andiyanto, S.E., M.M., M.BA; Bapak Iqbal, S.Kom.; Bapak Ari dan Mbak Nuriyah. Selain itu, keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari dukungan lembaga dan doa yang dikabulkan oleh Allah SWT. Di samping itu, kedisplinan dan kerja keras para atlet juga menjadi bagian dari ikhtiar atas kemenangan ini. Jika dilihat dari prosesnya, mereka memang bersungguh-sungguh dalam berlatih dan berdoa. Setiap pagi mereka selalu jogging dan sore harinya mereka latihan selama 1.5 jam.

Banyak hikmah yang diperoleh dari kemenangan tersebut. Para atlet bisa belajar bahwa usaha dan doa merupakan bentuk ikhtiar yang wajib dilakukan. Tentang hasil hanya Allah yang berhak memutuskan. Selanjutnya, yang tidak boleh dilupa yakni ada kebijaksanaan yang bisa ditemukan dalam kemenangan dan kekalahan. Kemenangan mengajarkan kita untuk bersyukur dan tidak lalai. Selanjutnya, kegagalan mengajarkan kita untuk bersabar dan tidak mudah putus asa. (Fin)