Dalam rangka mengembangkan sistem pembelajaran yang dapat meningkatkan kreativitas siswa, maka materi pelajaran dikemas dalam bentuk aktivitas yang mudah dipahami dan menyenangkan, sehingga terwujud pembelajaran yang bermakna (meaningfull learning).

Struktur kurikulum MTS SURYA BUANA merupakan pengembangan dari penjabaran visi, dan misi madrasah. Jenis program pendidikan di MTS SURYA BUANA, terdiri dari program mata pelajaran nasional (kelompok A dan B) dan program mata pelajaran muatan lokal ciri khas keunggulan lembaga yang wajib diikuti oleh seluruh peserta didik. Setiap jam pelajaran lamanya 40 menit dengan "fullday school system" 5 hari masuk.

A. Waktu Jam Pelajaran
Senin
 Pukul  Kegiatan
 06.45 - 07.20  Mengaji/Hafalan, Asmaul Husna, Salat Duha, CIP
 07.20 - 08.00  Jam Ke-1
 08.00 - 08.40  Jam Ke-2
 08.40 - 09.20  Jam Ke-3
 09.20 - 09.40  Istirahat
 09.40 - 10.20  Jam Ke-4
 10.20 - 11.00  Jam Ke-5
 11.00 - 11.40  Jam Ke-6
 11.40 - 12.30  Mengaji, Salat Zuhur Berjamaah, Istirahat
 12.30 - 13.10  Jam Ke-7
 13.10 - 13.50  Jam Ke-8
 13.50 - 14.30  Jam Ke-9 (Projek Integrasi)
 14.30 - 15.10  Jam Ke-10 (Projek Integrasi)
 15.10 - 15.45  Mengaji dan Salat Asar Berjamaah
 15.50 - 16.50  Tilawah
 16.50  Pulang

Selasa
 Pukul  Kegiatan
 06.45 - 07.20  Mengaji/Hafalan, Asmaul Husna, Salat Duha, CIP
 07.20 - 08.00  Jam Ke-1
 08.00 - 08.40  Jam Ke-2
 08.40 - 09.20  Jam Ke-3
 09.20 - 09.40  Istirahat
 09.40 - 10.20  Jam Ke-4
 10.20 - 11.00  Jam Ke-5
 11.00 - 11.40  Jam Ke-6
 11.40 - 12.30  Makan Siang, Istirahat, Mengaji, Salat Zuhur Berjamaah
 12.30 - 13.10  Jam Ke-7
 13.10 - 13.50  Jam Ke-8
 13.50 - 14.30  Jam Ke-9
 14.30 - 15.10  Jam Ke-10
 15.10 - 15.45  Mengaji dan Salat Asar Berjamaah
 15.50 - 17.00  Bakat Minat
 17.00  Pulang
 
Rabu
 Pukul  Kegiatan
 06.45 - 07.20  Mengaji/Hafalan, Asmaul Husna, Salat Duha, CIP
 07.20 - 08.00  Jam Ke-1
 08.00 - 08.40  Jam Ke-2
 08.40 - 09.20  Jam Ke-3
 09.20 - 09.40  Istirahat
 09.40 - 10.20  Jam Ke-4
 10.20 - 11.00  Jam Ke-5
 11.00 - 11.40  Jam Ke-6
 11.40 - 12.30  Makan Siang, Istirahat, Mengaji, Salat Zuhur Berjamaah
 12.30 - 13.10  Jam Ke-7
 13.10 - 13.50  Jam Ke-8
 13.50 - 14.30  Jam Ke-9
 14.30 - 15.10  Jam Ke-10
 15.10 - 15.45  Mengaji dan Salat Asar Berjamaah
 15.50 - 16.50  Tilawah
 16.50  Pulang
 
Kamis
 Pukul  Kegiatan
 06.45 - 07.20  Mengaji/Hafalan, Asmaul Husna, Salat Duha, CIP
 07.20 - 08.00  Jam Ke-1
 08.00 - 08.40  Jam Ke-2
 08.40 - 09.20  Jam Ke-3
 09.20 - 09.40  Istirahat
 09.40 - 10.20  Jam Ke-4
 10.20 - 11.00  Jam Ke-5
 11.00 - 11.40  Jam Ke-6
 11.40 - 12.30  Mengaji, Salat Zuhur Berjamaah, Istirahat
 12.30 - 13.10  Jam Ke-7
 13.10 - 13.50  Jam Ke-8
 13.50 - 14.30  Jam Ke-9 
 14.30 - 15.10  Jam Ke-10
 15.10 - 15.45  Mengaji dan Salat Asar Berjamaah
 15.50 - 17.00  Tilawah
 16.50  Pulang
 
Jumat
 Pukul  Kegiatan
 06.45 - 07.30  Mengaji/Hafalan, Asmaul Husna, Salat Duha, CIP, Alfabet
 07.30 - 09.00  Tryout/Literasi/Hafalan/Pembinaan Wali Kelas 
 09.00 - 09.20  Istirahat
 09.20 - 10.00  Jam Ke-3
 10.00 - 10.40  Jam Ke-4
 10.40 - 11.20  Jam Ke-5
 11.20 - 12.30  Salat Jumat
 12.30 - 13.00  Makan Siang, Istirahat
 13.00 - 13.40  Jam Ke-6
 13.40 - 14.20  Jam Ke-7
 14.20 - 15.00  Jam Ke-8
 15.00 - 15.45  Mengaji dan Salat Asar Berjamaah
 15.45 - 17.00  PMR/Pramuka Kelas 7 : Wajib, Kelas 8, 9 : Pilihan 
 17.00  Pulang
 
Keterangan:
  • CIP (Cerita Inspiratif Pagi)
  • Setiap senin dan kamis puasa sunnah
B. Program Unggulan
  1. FDSS (fullday school System)
    5 hari masuk, senin s.d jumat.
  2. SKK (Sistem Kelas Kecil)
    Jumlah siswa yaitu 24 – 30 siswa per kelas.
  3. SRB (Sistem Rapor Bulanan)
    Laporan hasil belajar siswa tiap bulan.
  4. SPK (Sistem Poin Kedisiplinan)
    Rekaman sikap siswa.
  5. STB (Sistem Tutor Sebaya)
    Sharing antar teman dalam pembelajaran.
  6. STO (Sistem Try Out)
    Pembiasaan Try Out sejak kelas awal.
  7. SSE (Sistem Studi Empiris)
    Pembelajaran berbasis observasi ke tempat yang bernuansa edukatif-rekreatif.
  8. SO (Sistem Outbond)
    Aktivitas di luar kelas yang dikemas dengan permainan untuk memupuk kepercayaan diri dan menggali potensi diri.
  9. SPI (Sistem Projek Integrasi)
    Pembelajaran berbasis projek dengan menggabungkan mata pelajaran serumpun.
  10. SOC (Sistem Outing Class)
    Pembelajaran di luar kelas berbasis profesi.
  11. CIP (Cerita Inspiratif Pagi)
    Cerita Inspiratif tentang Keislaman, Kebangsaan, dan IPTEK.
  12. Salat Duha dan Salat Berjamaah
    Salat Duha 8 Rakaat, Salat Zuhur, dan Asar Berjamaah.
  13. Mengaji dan Hafalan Alquran
    Tiada Hari Tanpa Mengaji dan Hafalan Alquran.
  14. Pembiasaan Puasa Sunah
    Puasa Senin dan Kamis.
  15. Konsep Triple (3) R
      
Dalam pembelajarannya, siswa dikondisikan untuk bernalar dengan menjelaskan pertanyaan-pertanyaan, antara lain:
  • Apa yang sedang terjadi?
  • Bagaimana terjadinya?
  • Mengapa itu bisa terjadi?
  • Bagaimana kalau dirubah? Apa yang terjadi?
Penjelasan siswa didiskripsikan dalam suatu tulisan semi ilmiah. Dalam hal ini siswa berusaha menemukan jawaban dari berbagai gejala alam. Setelah siswa mampu menjelaskan secara ilmiah gejala-gejala yang ada, siswa diarahkan untuk melakukan research dengan:
  • Menduga/prediksi
  • Membuktikan (mengadakan percobaan)
  • Menyimpulkan sifat-sifat dari suatu gejala
  • Mengembangkan
Siswa mulai diarahkan untuk membuat laporan sederhana (bisa secara kualitatif atau kuantitatif). Dengan bekerja secara ilmiah (research), siswa akan mampu melakukan tadabur alam yang lebih luas, sehingga bisa menemukan sifat-sifat ilmiah yang terjadi di alam. Dengan menemukan sifat-sifat ilmiah di alam, diharapkan siswa bisa lebih mengagumi ciptaan Allah SWT dan meningkatkan keimanannya. Selanjutnya siswa juga dikondisikan untuk mempelajari keagungan ciptaan Allah yang lain, dengan mengemukakan pertanyaan-pertanyaan dalam penalaran.
 
Contoh 1:
Bidang Science
”Mendesain pesawat dari kertas”
 
Langkah-langkah mengembangkan nalar:
  1. Siswa diminta untuk mendesain pesawat-pesawatan dari kertas
  2. Siswa diminta menerbangkan pesawatnya
  3. Diajukan pertanyaan:
  • Apa yang sedang terjadi? Pesawatnya bisa terbang
  • Bagaimana pesawat itu terbang?
  • Mengapa pesawat bisa terbang?
  • Bagaimana kalau sayapnya dirubah? Apa yang terjadi?
  • Bagaimana kalau bahannya pesawat dirubah? Apa yang terjadi?
  • Dst
  1. Siswa mendiskripsikan apa yang sedang dipikirkan
 
Langkah-langkah Research:
  1. Siswa menuliskan sifat-sifat/gejala-gejala yang ada pada masalah pesawat, misalnya pesawat bisa terbang karena ada sayapnya, kertasnya ringan, dan adanya keseimbangan.
  2. Siswa menduga (membuat hipotesis):  kalau sayapnya berubah bentuknya, maka kemampuan terbangnya juga akan berubah.
  3. Mengadakan percobaan dengan mengubah berbagai bentuk sayap.
  4. Menyimpulkan dari hasil percobaannya, bahwa kalau sayapnya semakin sempit, maka pesawat mudah jatuh.
  5. Pengembangan dari hasil percobaannya: bagaimana kalau kertasnya saya ganti yang agak tebal? Apa yang terjadi?
  6. dst.
 
Langkah-langkah religiusnya
  1. Terbangnya pesawat kertas tadi karena kertas ditahan oleh udara, sehingga tidak langsung jatuh. Udara itu memiliki sifat-sifat yang unik: mengandung oksigen yang dapat dihirup oleh manusia dan sangat dibutuhkan oleh manusia. Tanpa oksigen manusia tidak bisa hidup. Nyatalah bahwa Allah SWT telah memberikan sifat-sifat kepada sesuatu dengan sempurna.
  2. Siswa menghayati ciptaan Allah SWT, sehingga keimanannya meningkat.
 
Contoh 2:
Bidang Mathematics
“Bilangan jari-jari”
 
Langkah-langkah mengembangkan nalar
  1. Siswa diminta untuk menuliskan bilangan ganjil di masing-masing ruas jari-jarinya:
 
 
  1. Siswa diminta memindahkan bilangan-bilangan itu ke kotak sesuai dengan banyaknya kolom dan baris
 
1
7
13
19
25
3
9
15
21
27
5
11
17
23
29
 
  1. Siswa diminta untuk mengamati bilangan 9, 15, dan 21. Bila dilihat menyilang, bagaimana hubungan:
  • bilangan  9 dengan 1 dan 17?
  • bilangan 9 dengan  7 dan 11?
  • bilangan 9 dengan 13 dan 5?
  • bilangan 9 dengan 15 dan 3?
  1. Namai bilangan 9 sebagai bilangan bintang
  2. Pikirkan bilangan bintang yang lain.
  3. Cari keunikan sifat-sifat dari bilangan tangan yang lain
 
Langkah-langkah Research:
  1. Siswa  menuliskan sifat-sifat dari bilangan bintang
  2. Siswa  menduga bahwa bilangan 9 sebagai separoh dari jumlah bilangan sampingnya.
  3. Siswa mengadakan percobaan dengan melakukan operasi jumlah
  4. Siswa menyelidiki kenapa bisa terjadi demikian? Bagaimana kalau isinya bilangan genap?
 
Langkah-langkah Religius:
  1. Ternyata tangan manusia memiliki keunikan dikaitkan dengan bilangan. Hal ini menunjukkan bahwa Allah SWT ternyata memberikan rahasia-rahasia tertentu terhadap ciptaannya. Karena itu kita harus senantiasa berpikir rahasia apa yang ada pada ciptaan Allah SWT.
  2. Siswa merenungkan dan menghayati ciptaan Allah yang lain dikaitkan dengan matematika, misalnya laba-laba, kepiting, dan sebagainya.
 
OUTCOME DARI TRIPLE ”R”
  1. Siswa terbiasa berpikir kritis dan kreatif, sehingga rasa ingin tahu siswa tentang sesuatu yang baru disalurkan dengan cara-cara ilmiah.
  2. Siswa akan cenderung tergerak untuk menyelidiki suatu.
  3. Siswa terbiasa belajar menemukan. Sehingga sekolah dirasakan cukup berarti dan menyenangkan bagi kehidupannya.
  4. Tertanamkannya sifat mengagumi keagungan Allah SWT.
Diharapkan saat siswa telah usai bekerja secara ilmiah, maka mereka akan mampu melakukan tadabur alam yang lebih luas, sehingga dapat menemukan sifat-sifat ilmiah yang terjadi di alam sekitar dan terciptalah rasa syukur terhadap karunia Allah SWT sehingga mampu meningkatkan keimanan siswa. Proses selanjutnya adalah siswa dikondisikan untuk mempelajari keagungan ciptaan Allah yang lain dengan mengemukakan pertanyaan-pertanyaan dalam penalaran.