Malang Kota - Kata Muharram secara bahasa, berarti diharamkan. Abu ‘Amr ibn Al ‘Alaa berkata, “Dinamakan bulan Muharram karena peperangan (jihad) diharamkan pada bulan tersebut.  jika saja jihad yang disyariatkan lalu hukumnya menjadi terlarang pada bulan tersebut maka hal ini bermakna perbuatan-perbuatan yang secara asal telah dilarang oleh Allah Ta’ala memiliki penekanan pengharaman untuk lebih dihindari secara khusus pada bulan ini. Pada bulan ini Allah melarang umatnya untuk tidak melakukan perbuatan yang dilarang-Nya.

Seperti misalnya berperang, seperti yang telah dilakukan oleh orang-orang Quraisy sebelum datangnya agama Islam. bulan Muharram mempunyai keistimewaan khusus karena hanya bulan inilah yang disebut sebagai “syahrullah” (Bulan Allah).

Dari perkataan Qatadah rahimahulloh bahwa amalan sholeh dilipatgandakan pahalanya di bulan-bulan haram, dengan demikian secara umum segala jenis kebaikan dianjurkan untuk diperbanyak dan ditingkatkan kualitasnya di bulan Muharram. Adapun ibadah yang dianjurkan secara khusus pada bulan ini adalah memperbanyak puasa sunnah sebagaimana yang  telah disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu, beliau berkata Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda, 

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ  بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (yaitu) Muharram dan shalat yang paling utama setelah puasa wajib adalah sholat lail”    [ HR. Muslim(11630) ].

Al Hafizh Abul Fadhl Al ‘Iraqy rahimahulloh menjelaskan, “Apa hikmah dari penamaan Muharram sebagai syahrulloh (bulan Allah) sementara seluruh bulan milik Allah ? bahwa hal itu dikarenakan bulan Muharram termasuk diantara bulan-bulan haram yang Allah haramkan padanya berperang, disamping itu bulan Muharram adalah bulan perdana dalam setahun maka disandarkan padanya lafzhul Jalalah (lafazh Allah) sebagai bentuk pengkhususan baginya dan tidak ada bulan lain yang Nabi Muhammad shallallohu alaihi wasallam sandarkan kepadanya lafzhul Jalalah melainkan bulan Muharram”.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Bulan Muharam merupakan bulan Syahrullah sebagai bulan Allah yang mempunyai keistimewaan dalam melaksanakan Ibadah, salah satunya ibadah sunnah. Mengingat pada bulan ini Allah akan melipat gandakan semua amalan yang kita lakukan. Bulan Muharram juga menjadi bulan yang diharamkan untuk melakukan perbuatan tidak baik namun sebaliknya manusia disuruh Allah untuk mengerjakan amalan-amalan yang baik.

Bulan Muharram merupakan bulan perdana untuk kalender Hijriyah, maka bulan ini merupakan salah satu  momentum kebangkitan Umat islam untuk memperbaiki diri, meningkatkan kulitas hidup dan serta meningkatkan amal ibadah kepada Allah SWT. Dengan demikian perlu adanya penyambutan yang meriah bagi kaum muslim dengan datangnya Bulan Muharram ini. Di  Kota Malang setiap tahunnya mengadakan pawai Muharram sebagai bentuk penyambutan tahun baru hijriyah yang harus dilandasi dengan semangat pembaharuan mulai dari tingkah laku, sifat, dan ibadah harus di tingkatkan semaksimal mungkin. Pawai Muharram  di kota malang kali ini diadakan pada tanggal 1 Muharram 1438 H yang  bertepatan pada tanggal 2 Oktober 2016. Kegiatan ini melibatkan berbagai jenjang pendidikan yang dinaungi oleh Kemenag, mulai dari TK, MI, MTs, dan MA. Bahkan dari berbagai ormas islam pun juga ikut memeriahkan tahun baru umat islam ini yaitu Aisyiyah, Muslimat NU dll. Pawai Muharram ini menunjukkan adanya Syiar islam bahwa islam adalah Rahmatan lil a`lamin. Pada kegiatan ini berbagai tema dari masing-masing sekolah ini pun disuguhkan dengan sangat baik. Tema yang mereka suguhkan pun sangat kreatif sekali, salah satunya adalah sekolah MTS Surya Buana membawa tema “Kerajaan Sulaiman”.

Dengan berbagai persiapan yang sudah direncanakan oleh Bapak/Ibu guru untuk kegiatan Pawai Muharram dengan tema “Kerajaan Sulaiman”. Para dewan guru pun mempunyai team Work untuk mempersiapkan kegiatan tersebut. Mulai dari membuat peralatan semut, senjata prajurit, kostum raja, Ratu dan Dayang-dayang. Tema ini sangat inspiratif karena bukan hanya peserta didik yang harus berperan layaknya semut dan prajurit namun dari bapak ibi guru pun juga ikut terlibat sehingga pawai Muharram pada tahun terkesan istimewa. Bapak kepala sekolah pun menjadi raja Sulaiman yanga gagah berani dengan mengedarai kuda, ada yang menjadi permaisuri, dll. Bahkan dari sebagain ibu guru yang naik kereta kencana, ada yang menjadi Ulama, dll.

Pada Hari Ahad tanggal 2 Oktober 2016 tibalah saatnya kegiatan Pawai Muharram berlansung. Pada Pukul 06.00 Wib kita kumpul bersama di dekat patung Singa depan Stasiun Kereta Api Kota Malang. Seluruh guru, karyawan, dan para murid Surya Buana berkumpul dengan memakai kostum yang sudah di tetapkan mulai dari sang raja, ratu, prajurit dan semut. pada pukul 07.00 Wib kita berangkat Pawai Muharram yang diadakan oleh kota malang ini, kita benar-benar menikmati keindahan kota malang, karena pada saat pawai tersebut kita keliling kota malang mulai dari balai kota, RSUD, dan Alun-Alun Kotama Malang, dll. Kegiatan pawai ini merupakan syiar Islam di kota Malang. Tepat pukul 11.30 WIB kegiatan pawai ini pun berakhir di depan gedung DPRD Kota Malang. Pada saat itu semua guru, karyawan, dan seluruh peserta didik makan bersama-sama, kemudian kembali ke rumah masing-masing. (Fatih Ihsani, S.S)

REFRENSI: https://syamsul14.wordpress.com/islam/keutamaan-dan-keistimewaan-bulan-muharram