Malang Kota - Pada hari Kamis, 21 April 2016 saya Qonita dan rekan saya Farid  menghadiri acara “Workshop Pembelajaran Integritas Berbasis Literasi” yang di adakan oleh KPK RI. Acara ini diselenggarakan di Hotel Santika Malang. Kami sangat tertarik dengan acara tersebut ketika Bapak Kepala Sekolah memberikan amanah kepada kami. Pada saat itu kami

tak perlu berpikir panjang dan langsung menerima tawaran. Kami tahu bahwa acara ini sangat mendidik dan mencetak generasi muda yang jujur.

Pada saat tiba di Hotel Santika Malang kami langsung menuju ke aula hotel tersebut. Disana kami disambut dengan ramah. Kami banyak bertemu dengan SMP/MTs lain, termasuk dari golongan SMA/MA. Tak menunggu lama akhirnya acara pun dimulai, anggota KPK yang bernama Dony Maryantono membuka acara dengan penuh semangat seakan membakar gairah kami. Mas Dony membagikan buku saku yang berjudul “Pahami Dulu Baru Lawan!” buku ini sangat menarik dan bahasanya sangat merangkul anak muda jaman sekarang, jadi sangat mudah dipahami dan mudah diresapi. Di workshop kali ini saya tak sedikitpun merasakan jenuh dan bosan, karena materinya pun sangat menyatu dengan remaja. Kami diajak berinteraksi aktif menjawab pertanyaan-pertanyaan kecil, saya menjawab salah satu pertanyaan tersebut dengan percaya diri sambil memperkenalkan diri dan sekolah dengan bangga. Semua seakan memperhatikan saya dengan seksama, menyimak pendapat yang saya sampaikan dengan lantang.

Masih teringat sampai sekarang dengan kunci untuk menjadi kader anti korupsi yaitu, jujur, percaya diri, mandiri, disiplin, amanah, dan patuh. Pada saat itu kami dikelompokkan agar lebih saling mengenal dan memberikan inspiratif untuk orang lain. Pada sesi ini kami sangat dituntut untuk bisa percaya diri didepan orang baru, saling memberikan pendapat dan berdiskusi. Di forum yang baru itu kami juga dihimbau untuk membuat 3 rencana aksi yang bertemakan “Anti Korupsi”. Pada kelompok kami, ada beberapa rencana yang banyak muncul dari benak kami. Satu persatu mulai mengunjukkan pendapatnya tentang rencana aksi ini. Semua sangat aktif  bersautan untuk mengambil keputusan terbaik. Pada diskusi ini kami mendapatkan 10 rencana dan kami harus mengambil 3 rencana terbaik. Akhirnya kami mendapatkan rencana pertama yaitu SUCAK (Stand up Comedy Anti Korupsi) , lalu stop motion video contest, dan yang terakhir poster contest anti korupsi. Semua rencana kami tulis disebuah kertas kosong yang akan diisi oleh ide-ide brilliant dari kami. Dan keputusan akhir jatuh direncana SUCAK, pensi, video dan film contest anti korupsi.

Sangat bangga bisa mengikuti acara seperti ini yang jarang bisa diikuti oleh khalayak banyak. Bisa bertemu orang hebat yang sangat mengispirasi. Mendapatkan banyak sekali pengalaman dan ilmu-ilmu baru dari teman sebaya. Termotifasi untuk tidak akan mendekati korupsi walaupun sesenti. Karena orang yang jujur itu HEBAT. (Qonita Shafira)