Alhamdulillah puji syukur yang senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT dalam segala  keadaan sekalipun dalam situasi saat ini ditengah wabah covid-19, Allah masih memberi kesempatan kepada kita semua untuk berjumpa dengan bulan yang penuh berkah ini, bulan yang penuh maghfirah oleh Allah swt. Banyak saudara kita, keluarga kita, teman kita yang ramdahan tahun lalu bisa menjalankan Ramadan tahun kemaren dengan keadaan sehat, perasaan bahagia, namun tahun ini tidak bisa menjalankan Ramadan entah karena sakit atau bahkan sudah dipanggil dahuluan menghadap sang ilahi.

Ramadan tahun ini memang sedikit berbeda bagi kaum muslimin baik di Indonesia maupun negara-negara lain yang tedampak pandemic covid-19. Namun kita tak perlu pesimis atau menurunkan semangat dalam beribadah di bulan ramdhan ini. Karena ditengah pandemic covid-19 ini, kita mendapatkan pahala lebih, daripada bulan Ramadan yang tanpa kondisi saat ini. Pertama: kita mendapatkan dari hasil kesabaran disaat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, kedua: kita mendapatkan pahala hasil buah kesabaran menerima wabah yang sedang melanda kita saat ini. Dan tentunya Allah pun akan mengampuni dosa kita, sebagaimana sabda Rasulullah saw dalam hadis shahih bukhari:

Artinya: barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadan dengan dasar iman dan mengharap ridho Allah swt, maka dosanya yang lalu diampuni. Riwayat lain. Barang siapa yang melakukan qiyam (di malam) bulan Ramadan dengan dasar iman dan mengharap ridho Allah swt, maka dosanya yang lalu diampuni. (H.R Bukhari dan Muslim)

Menurut al-Hafidz Ibn Hajar menuturkan dalam kitab Fath al Bari: makna lafaz imaanan adalah meyakini kewajiban puasa (Ramadan). Sedangkan makna lafaz ihtisabaan adalah mencari pahala dari Allah swt.

Dari hadits tersebut kita bisa mneyimpulkan bahwa kita sebagai orang yang beriman, percaya bahwa puasa Ramadan adalah kewajiban bagi kita dan sebagaimana yang telah Allah firmankan di dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 183, “ wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”.

Semoga kita bisa menjalankan puasa Ramadan tahun ini dengan penuh kesabaran, karena buah dari kesabaran akan menghasilkan sesuatu yang sangat indah dikemudian hari, sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam Al Qur’an dan Al Hadits, dan semoga kita bisa menjadi hamba yang bertaqwa disisi Allah SWT. (Fatih)