Virus Covid-19 yang melanda dunia membuat pemerintah dari berbagai negara menerapkan kebijakan-kebijakan baru untuk mencegah penyebarannya. Kebijakan-kebijakan tersebut tentunya memengaruhi berbagai bidang, baik bidang ekonomi ataupun pendidikan. Dalam bidang pendidikan, kegiatan belajar mengajar harus dilaksanakan secara daring, tidak bertatap muka secara langsung di sekolah.

KBM daring ini mendorong guru untuk mengembangkan kepiawaian mereka dalam mengoperasikan aplikasi pembelajaran, menyampaikan materi ataupun menyusun sebuah media pembelajaran secara daring. KBM daring bisa dilaksanakan melalui berbagai aplikasi yang telah tersedia di internet. Dalam hal ini, MATSASURBA memilih platform Google Classroom, Google Meet, dan Zoom untuk melangsungkan kegiatan belajar mengajar.

KBM daring di MATSASURBA disusun sedemikian rupa agar siswa tetap belajar seperti saat di sekolah. Dalam satu hari, terdapat tiga sesi pembelajaran yang berdurasi 90 menit tiap sesi. Dalam kegiatan pembelajaran tersebut tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga pemberian tugas atau kuis untuk mengukur pemahaman siswa. Para guru juga menyajikan materi dalam bentuk yang berbeda-beda. Ada yang berupa power point, ada pula yang berupa video. Tidak ketinggalan forum diskusi yang dibuka oleh guru di Google Classroom.

Google Classroom bukan satu-satunya platform yang dimanfaatkan oleh Bapak/Ibu guru MTS SURYA BUANA. Zoom atau Google Meeting juga dimanfaatkan untuk menyapa sekaligus menyampaikan materi yang masih belum dipahami oleh siswa. Begitu pun untuk asesmen penilaian. Bapak/Ibu guru memanfaatkan platform Google Form serta Quizziz untuk mengukur pemahaman serta kemampuan siswa.

KBM daring yang dirancang oleh MATSASURBA selanjutnya diintegrasikan dengan program Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang menyiarkan kegiatan pembelajaran melalui siaran TVRI. Melalui kegiatan menyimak TVRI inilah para siswa mendiskusikan jawaban tugas mereka dengan guru mata pelajaran. Selain itu, ada salah satu tugas dari program Kemendikbud yang mengharuskan siswa untuk mempromosikan kuliner nusantara kepada orang asing. Alhasil, para siswa pun berlomba-lomba untuk mengunggah kuliner nusantara yang pernah mereka coba atau buat dan mempromosikannya di akun Instagram masing-masing. Tak ketinggalan beberapa tagar guna memperluas penyebarannya, yaitu #kulinernusantara #kulinerindonesia, dan #indonesianfood.

Tidak hanya KBM mata pelajaran sekolah, MATSASURBA bersama jajaran guru Ummi juga bekerja sama dalam pelaksanaan pembelajaran tilawah. Pembelajaran tilawah ini dilaksanakan secara berkelompok. Setiap kelas terdiri dari beberapa kelompok dan dikontrol oleh satu guru. Pembelajaran tilawah daring ini memanfaatkan platform WhatsApp. Bapak/Ibu wali kelas juga membantu mengawasi proses pembelajaran daring.

Suksesnya pembelajaran daring yang sampai saat ini masih berlangsung tidak luput dari kerja sama yang baik antara Bapak/Ibu guru serta orang tua siswa. Bapak/Ibu guru yang hanya bisa mengontrol siswa via smartphone terbantu oleh para orang tua mengontrol siswa dari rumah, misalnya dengan mengingatkan waktu dimulainya KBM.  Selain itu, MATSASURBA juga memberlakukan jurnal harian yang wajib diisi oleh siswa. Jurnal yang berisi kegiatan mulai dari salat Tahajud sampai tidur tersebut wajib dikumpulkan ke wali kelas setiap seminggu sekali. Kegiatan-kegiatan tersebut di antaranya adalah salat Tahajud, salat Duha, olahraga, berjemur, dan zikir petang. Jurnal tersebut juga mengharuskan orang tua serta wali kelas untuk memberikan evaluasi secara umum. Dengan begitu, rutinitas siswa setiap harinya akan lebih terstruktur dan terkontrol. (RIN)