‘Belajar sambil bermain’. Sebuah ungkapan yang sudah sangat familiar di telinga kita, bukan? Kita tidak hanya diharuskan untuk belajar dan menambah wawasan, tetapi dalam proses belajar tersebut kita juga mendapatkan kesenangan. Hal tersebut direalisasikan oleh program MTS SURYA BUANA yang kita kenal dengan nama SE (Studi Empiris).

SE MATSASURBA merupakan tradisi tahunan sekolah yang kegiatannya berkonsep belajar di luar sekolah. Kegiatan yang biasanya dilaksanakan pada awal semester genap ini memiliki destinasi yang selalu berbeda setiap tahunnya agar anak-anak mendapat pengalaman sekaligus suasana baru. Tahun ini, kami melaksanakan kegiatan SE di kota Lamongan dengan Masjid Namira dan Wisata Bahari Lamongan (WBL) sebagai destinasinya.

Hal yang membedakan SE tahun ini dengan tahun lalu selain destinasinya adalah bentuk tugas yang dikerjakan oleh siswa. Biasanya, siswa hanya diharuskan untuk menuliskan pengalamannya saat SE di lembar kerja. Kali ini, siswa juga harus membuat vlog yang berisi perjalanan mereka selama SE dan berdurasi kurang lebih lima menitbersama anggota kelompoknya. Tidak hanya itu, siswa juga memiliki tugas individu yang terintegrasikan dengan pelajaran Bahasa Indonesia, yaitu mendeskripsikan Masjid Namira dan menulis laporan perjalanan. Tugas ini dibebankan kepada siswa untuk mengasah kreativitas mereka dalam aspek menulis dan aspek IPTEK.

SE yang dilaksanakan pada tanggal 7 Februari 2020 ini terdiri dari empat rombongan bus. Rombongan bus ini siap berangkat pada pukul 06.30 WIB dari UIN Malik Ibrahim Malang. Diawali dengan doa, rombongan berangkat menuju destinasi pertama, yakni Masjid Namira. Butuh waktu tiga jam untuk sampai di masjid tersebut. Waktu tiga jam tersebut terbayar dengan kemegahan yang dipersembahkan oleh Masjid Namira. Sesampai di sana, para siswa, dibimbing oleh para guru, segera melaksanakan salat Duha sebelum nantinya mengamati bangunan masjid tersebut untuk bahan menulis teks deskripsi. Tak lupa mereka juga mengambil video untuk bahan membuat vlog.

Usai salat Duha, rombongan kami menuju Wisata Bahari Lamongan. Sebelum masuk, kami melaksanakan salat Jumat dan makan siang terlebih dulu. Para siswa dan guru kemudian mengenakan gelang tiket yang diberikan oleh pihak WBL saat akan masuk ke area wahana. Antusiasme siswa terlihat saat mereka melihat berbagai wahana yang tersedia di sana. Mereka sibuk ke sana ke mari memilih wahana yang akan mereka coba. Wahana yang tersedia di WBL antara lain speed flip, tagada, drop zone, 3D movie, rumah sakit hantu, rumah kaca, dan rumah kucing.

Tidak hanya berbagai wahana, mata kami juga dimanjakan oleh pemandangan pantai di sana. Ombak yang tiada henti menabrak karang dan angin yang berdesir menyapa pepohonan merupakan perpaduan luar biasa untuk refreshing. Para siswa banyak yang bermain voli pantai di sana. Baju penuh pasir pun tidak bisa memadamkan antusiasme siswa untuk menikmati waktu mereka di WBL. Kolam renang yang terletak di dekat pantai juga tidak absen menjadi tujuan siswa.

Tepat pukul 15.30 WIB, rombongan kami sudah keluar dari WBL untuk salat Asar. Pukul 16.00 WIB bus sudah kembali melaju menuju Malang. Namun, kami singgah terlebih dahulu di Masjid Akbar Surabaya untuk menunaikan salat jamak Maghrib dan Isya serta makan malam yang sudah disediakan oleh panitia. Rombongan bus kami tiba dengan selamat di UIN Malik Ibrahim Malang pada pukul 21.30 WIB. (RIN)