Seluruh siswa MTS SURYA BUANA mengikuti outbond pada Jumat, 08 November 2019. Dengan mengendarai 6 BUS, seluruh siswa yang didampingi guru/karyawan berangkat pukul 07.00 menuju lokasi outbond yakni Agro Wisata Bhakti Alam Pasuruan. Agro wisata ini terletak di Desa Ngembal, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa timur. Perjalanan dari Malang menuju Bhakti Alam ditempuh sekitar 2 jam. Jalan menanjak dan berkelok semakin menambah keseruan perjalanan menuju lokasi. Tepat Pukul 09.00 rombongan madrasah yang terakreditasi A itu tiba di lokasi Outbond.

Seluruh peserta yang terdiri dari siswa kelas 7, 8, dan 9 dibagi dalam 2 kelompok, yakni kelompok putra dan kelompok putri. Kegiatan Outbond pun dirancang 2 sesi yaitu sesi edukasi dan sesi fun games yang dibuat bergiliran antara kelompok putra dan putri.

Ada 3 kegiatan pada sesi edukasi yaitu edukasi perah sapi, tanam padi, dan biogas. Sebelum praktik memerah susu sapi, mereka mendapat penjelasan terlebih dahulu dari instruktur seputar sapi. Instruktur menjelaskan bahwa sapi perah merupakan sapi yang dikembangbiakan secara khusus karena kemampuannya dalam menghasilkan susu dalam jumlah yang besar. Sapi susu termasuk varietas dari spesies Bos taurus. Syarat sapi perah agar bisa menghasilkan susu harus hamil. Untuk proses kehamilannya dilakukan dengan kawin suntik atau inseminasi buatan pada sapi betina di usia 13 bulan dengan masa kehamilan sekitar sembilan bulan. Anak sapi yang baru lahir dipisahkan segera dari induknya, umumnya setelah tiga hari. “Dalam sehari satu induk sapi perah bisa menghasilkan sampai 15 liter susu”. Kata instuktur.

Setelah mendapatkan penjelasan tentang sapi perah, mereka langsung praktik memerah susu sapi. Dalam memerah pun bisa manual dengan menggunakan tangan atau menggunakan alat. Dalam memerah secara manual hanya menggunakan 3 jari yakni ibu jari/jempol, telunjuk, dan jari tengah. Satu persatu secara bergiliran mereka praktik memerah sapi menggunakan tangan. Berbagai ekspresi keseruan tampak pada hari itu.

Edukasi yang kedua yakni tanam padi. Siswa diminta untuk melepas sepatu terlebih dahulu. Bibit padi pun dibagikan. Setelah memperoleh penjelasan tentang cara menanam padi yang benar, mereka pun menanam padi bersama-sama dengan cara mundur. Jarak antara satu bibit dengan bibit yang lain sekitar satu jengkal. “Ini pengalaman yang sangat mengesankan bagi kami. Asik, seru bisa menanam padi langsung”. Kata salah seorang siswa.

Setelah itu dilanjutkan edukasi biogas. Biogas merupakan gas yang dihasilkan dari proses fermentasi anaerobik (tanpa udara) bahan-bahan organik, seperti kotoran sapi. Dengan bantuan instuktur, mereka menyimak dengan seksama penjelasan proses kotoran sapi sampai menjadi biogas yang siap pakai.

Acara dilanjut dengan berkeliling kebun yang luasnya mencapai 60 hektar dengan menggunakan kendaraan khusus. Berbagai jenis tanaman buah dapat dijumpai sepanjang perjalanan. Seperti durian, mangga, melon, belimbing, dll. Sesekali rombongan diajak mampir untuk tester mencicipi hasil olahan berbagai buah-buahan mulai dari keripik sampai jus. “Enak, seger”. Ujar salah seorang siswa setelah minum juz semangka.

Tepat pukul 11.00 break untuk melaksanakan Salat Jumat, istirahat, dan makan siang. Setelah itu acara disambung dengan Fun Game. Kegiatan ini dikemas dengan permainan yang menyenangkan seperti game kerjasama, tantangan, dll. Kemudian diteruskan dengan Flying Fox.

Acara diakhiri pukul 14.30. Seluruh siswa diminta untuk ganti baju. Tidak sedikit siswa yang memanfaatkan waktu sebelum ganti baju untuk main air, berbasah-basahan di taman air “imut”. Setelah itu mereka melaksanakan Salat Asar. Pukul 16.00 rombongan madrasah yang dikenal dengan nama MATSASURBA itu kembali ke Malang. (ar)