91 tahun lalu, 28 Oktober 1928, didirikan Kongres Pemuda sekaligus ditetapkan sebagai hari Sumpah Pemuda. Demi mempengeringati momen sejarah tersebut, seluruh warga MTs Surya Buana melaksanakan upacara. Upacara kali ini berbeda dengan upacara pada biasanya karena warga MTs Surya Buana mengenakan pakaian adat dari berbagai penjuru Nusantara.

Tidak hanya upacara, kegiatan dilanjutkan dengan ajang performansi lagu-lagu daerah. Setiap kelas menampilkan lagu daerah yang telah mereka pilih. Dijuri oleh Bapak Moh. Saleh, Ibu Siti Zubaidah, dan Ibu Novi Ayu, kegiatan ini berlangsung sangat meriah. Kreativitas siswa tercermin dalam ajang tersebut. Tidak hanya sekadar menyanyikan lagu daerah, beberapa kelas ada yang memadukannya dengan pembacaan puisi, menari, dan teatrikal. Tidak jarang para audiens ikut bernyanyi sebagai ekspresi semangat mereka. Ajang ini dimenangkan oleh kelas 9C, diikuti oleh kelas 7D sebagai runner up, dan kelas 9D sebagai juara 3.

Busana yang diusung oleh para siswa dan guru tidak luput dari penilaian. Setiap wali kelas memilih busana terbaik dari kelasnya yang kemudian dipilih oleh para juri. Jawara dipilih dari 1 siswa dan 1 siswi, yaitu Muhammad Zidan kelas 9A dan Sarmila kelas 9C. Para siswa juga sangat antusias saat memberikan suara untuk memilih kostum terbaik di antara para guru. Guru yang berhasil menyabet gelar busana terbaik adalah Ibu Siti Nurnina, guru Matematika kelas 9 sekaligus wali kelas 7C. (Rin)