Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kampanye diartikan sebagai kegiatan yang dilaksanakan oleh calon yang bersaing memperebutkan kedudukan untuk mendapat dukungan massa pemilih dalam suatu pemungutan suara. Kegiatan itulah yang digelar oleh MTs Surya Buana pada tanggal 16 September 2019.

Kampanye tersebut tidak hanya untuk memilih pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), melainkan juga untuk pengurus Palang Merah Remaja (PMR), dan Pramuka. Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan maksud melatih mental siswa dalam menghadapi publik.

Siswa yang menjadi kandidat OSIS ialah Ayman Adz Dzahiry (8A), Septian Ra’if Rizqullah (8A), Surya Pradipta (8A), Nasyfa Nashwa Hammada R. P. (8C), Tsabita (8D), dan Nadhia Aliefia (8D). Kandidat PMR yaitu Rafidh Fitrah Uluelang (8A), Farra Naufal Faiqul Ummam (8A), La Tahzan Nunyai Putra Petir (8B), Masyitha Yasmin (8C), Fawnia Nashwa Azizah (8D), dan Angelita Nurrahma Syawala Prabowo (8D). Sementara itu, untuk Pramuka diwakili oleh Moch. Fajar Dwi Aprilianto (8A), A Hafidz ‘Alauddin (8A), Najwan Thoriq Ghanditya (8A), Afta Wildana Zacky (8B), Zahrina Lutfia (8C), Fathina Salsabila (8C) dan Aulia Salfa Zerlina D. K. (8D).

Pagi hari itu, para kandidat pengurus organisasi memakai kostum dengan tema yang telah mereka usung masing-masing. Rasa was-was yang terlihat di raut wajah mereka tidak memudarkan binar antusias yang terbukti dari lebar senyuman yang mereka perlihatkan. Di depan seluruh siswa MTs Surya Buana dan jajaran guru, para kandidat memperkenalkan diri, menyampaikan motto, visi, misi, dan program kerja yang telah mereka rancang. Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dibuka dengan pertanyaan dari juri yang merupakan guru MTs Surya Buana, yakni Bapak Mabrur, Bapak Hasan, dan Bapak Fatih. Beberapa guru dan mahasiswa magang juga turut mengajukan pertanyaan kepada para kandidat. Tidak ingin kalah dengan para guru, para siswa juga antusias mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada kandidat.

“Kalau anda terpilih menjadi ketua OSIS, apabila ada anggota OSIS yang melakukan pelanggaran berat, apa yang akan saudara lakukan?” tanya salah satu siswa. “Sebagai anggota PMR, apa kontribusi yang akan Saudara tawarkan kepada lingkungan masyarakat sekitar?” tanya siswa lain kepada salah satu kandidat PMR. Selain itu, ada beberapa jawaban dari kandidat yang mengundang gemuruh para audiens. Salah satunya jawaban dari salah satu kandidat Pramuka, “Pandangan miring orang-orang terhadap Pramuka tidak akan terlalu saya pikirkan. Kami hanya akan berusaha dengan keras agar bisa membalas mereka dengan prestasi-prestasi yang kami raih.” tegas kandidat tersebut.

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para kandidat membuat audiens mendapatkan gambaran bagaimana kandidat akan mengemban tugasnya, melaksanakan tanggung jawabnya, dan menyikapi permasalahan yang akan dihadapi. Dengan demikian, warga sekolah semakin yakin dalam menentukan pilihannya. (Rin)